Liputan

Antusiasme Produk Indonesia Menyambut Pasar Global Di Pembukaan Trade Expo Indonesia 2019

Antusiasme peserta TEI 2019 menjaring buyer, ajang ekspansi produk nasional ke pasar global.

  1. 0 Komentar
null

GenAgraris.ID – Jakarta, Geliat bisnis sudah terasa beberapa jam sebelum pembukaan Trade Expo Indonesia 2019. Lalu-lalang buyer – seller dengan ritme cekatan menunjukan peluang harus dikejar. Produk unggulan nasional sudah berjejer rapi, beberapa stand sudah menerima pengunjung, di beberapa sudut pembisnis nampak berbincang dengan logat Bahasa Inggris khas dari berbagai negara.

Trade Expo Indonesia (TEI) 2019, ajang promosi tahunan berskala internasional kali ini dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla hari ini, Rabu (16/10). Berlangsung sampai 20 Oktober 2019, TEI ke-34 digelar di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten.

Acara tahunan yang diselenggarakan Kemendag ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor, mendorong produk Indonesia masuk ke pasar global.

"Kami optimistis penyelenggaraan TEI tahun ini akan memperoleh capaian positif seperti tahun lalu. Meskipun saat ini kita menghadapi tantangan global yang semakin dinamis dan kompetitif di tengah perlambatan ekonomi dunia, ada ribuan buyers yang siap meramaikan arena TEI 2019," Mendag mengungkapkan.

Jamur hatake tei 2019
Jamur Shitake, produk unggulan IP Farm di TEI 2019. 

Sementara itu, IP Farm salah satu exhibitor yang bergerak dibidang pertanian mengungkapkan antusiasme mengikuti ajang TEI 2019. Perusahaan pertanian terintegrasi, asal Lembang, Bandung yang melakukan penanaman skaligus pengolahan produk pertanian, sayuran, rempah dan jamur sebagai produk unggulan itu, keikutsertaan di ajang TEI 2019 merupakan kali kedua. Ugkap perwakilannya, IP farm berhasil menggat buyer dari Australia pada keikut sertaan TEI sebelumnya.

TEI 2019 sendiri, sampai 15 Oktober 2019, telah terdaftar 6.025 buyers dari 120 negara, dan seperti yang disampaikan Mendag telah terjadwal sekitar 84 penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 25 negara dari program misi pembelian (buying mission), diantaranya Jepang, Malaysia, Spanyol, Somalia, India, dan Australia.

"Kami optimistis TEI tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Melalui kegiatan penjajakan bisnis (business matching), diharapkan tercipta lebih banyak lagi kerja sama bisnis antara buyer dan peserta pameran sehingga dapat memperluas jaringan pemasaran ke mancanegara," lanjut Mendag.

Berbagai produk yang diminati negara asaal buyer antara lain batu bara, sarang burung walet, kertas, kopi, plastik, minyak nabati, sayuran dan buah-buahan, makanan laut, makanan olahan, hasil perkebunan, boneka, rempah-rempah, karet, arang kelapa, minyak kelapa murni (VCO), alat kesehatan, besi baja, dan baja anti karat.

produk kopi di TEI 2019
Produk kopi di TEI 2019.

Kopi Prima Indonesia, perusahaan pengolahan dan perdagangan kopi asal Bandung, Jawab Barat juga mengungkapkan hal yang sama. Pada keikutsertaan yang ketiga kalinya, perusahaan itu mengungkapkan TEI merupakan pintu masuk ke pasar global. Walau tidak harus membubukan transaksi langsung, pendekatan yang inten pada buyer yang menaruh minat, setelah acara dapat dikapitalisasi menjadi pasar.

Peningkatan penyelenggaraan TEI 2019, salah satunya dari penambahan kegiatan baru, seperti Stan ASEAN, help desk, Gelar Wicara Trade and Investment Forum yang menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani; Cilacap Business Forum 2019; Trade Start Up Conference; Paviliun Promosi Hasil Pertanian dan Perikanan; dan kegiatan Forum Kementerian Luar Negeri.

Seperti yang diungkapkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Dody Edward selain kegiatan pendukung baru, kegiatan pendukung rutin yang juga kembali gelar, diantaranya Seminar Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi; Diskusi Regional; Kompetisi Usaha Rintisan (Start Up) Berorientasi Ekspor (Export Start Up Competition); Konsultasi Bisnis; dan Gelar Wicara. (Admin)

  1. 0 Komentar
Referensi

0 Komentar