Agribisnis

Adapatasi The New Normal Era Agrowisata Pasca Pandemi Covid-19

Agrowisata perlu beradaptasi dengan pola hidup baru, yaitu digitalisasi, yang merupakan cara hidup baru pasca pandemi Covid-19.

  1. 0 Komentar
  2. 5 Dibagikan
null

Tidak bisa dipungkiri sektor pariwisata di Indonesia menjadi sektor yang paling terpuruk akibat pandemi Covid-19 ini, termasuk subsektornya yaitu agrowisata. Namun, baru-baru ini, pariwisata di Indonesia mulai mempersiapkan rencana setelah pandemic Covid-19 mereda.

'The New Normal Era'

Rencana itu berupa suatu persiapan yang menginisasi “The New Normal Era” di sektor pariwisata.  Artinya, perlu dipersiapkan era normal yang baru yang beradaptasi terhadap pandemic Covid-19 ini, khususnya di bidang pariwisata.

Selama pandemi Covid-19ini, masyarakat sudah mulai terbiasa dengan perilaku barunya seperti menjaga jarak fisik (physical distancing), menjaga kebersihan tangan, dan kewajiban menggunakan masker saat di luar rumah. Hal tersebut bisa menjadi bekal dalam menghadapi Era Normal Baru nantinya, khususnya disektor pariwisata. Seperti diketahui, akibat pandemi ini perekonomian dari sektor pariwisata menurun  bahkan mati suri, termasuk di subsektor agrowisata.

Sekilas Tentang Agrowisata

Secara sederhana, pengertian agrowisata adalah perpaduan antara pariwisata dan pertanian dimana pengunjung dapat mengunjungi kebun, peternakan atau kilang  anggur untuk membeli produk, menikmati pertunjukan, mengambil bagian kegiatan di wiyah agrowisata, makan suatu makanan atau melewatkan malam bersama di suatu areal perkebunan atau taman.

Di Indonesia, agrowisata atau agroturisme didefinisikan sebagai suatu kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian.

Pengembangan agrowisata menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, tujuannya agar dapat meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indigenous knowledge) yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya.

Sebelum pandemik virus Covid-19 terjadi, agrowisata telah bertumbuh sangat pesat dan menjadi alternatif terbaik bagi para wisatawan. Hal itu dikarenakan dampak dari kegiatan agrowisata yang dilakukan dan mendapatkan pengalaman yang benar-benar berbeda dari rutinitas kesehariannya, seperti kejenuhan dari pekerjaan, tekanan kemacetan lalulintas, telepon selular, suasana kantor dan hiruk pikuk keramaian.

Selain itu, sebagian besar orang tua di kota-kota besar ingin anak-anak mereka dapat mengetahui dari mana sebenarnya makanan itu berasal dan mengenalkan bahwa susu yang dikonsumsi berasal dari seekor sapi.

Agrowisata Di Era Normal Baru Nanti  

Saat ini, berbagai sektor kehidupan diharuskan beradaptasi akan kehadiran virus Covid-19 ini, demikianpun dengan subsector agrowisata. Meskipun, saat ini agrowisata masih belum bisa beradaptasi akan kehadiran virus Covid-19 ini, namun tetap tertantang agar bisa tetap bertahan ditengah badai pandemi virus ini.

Banyak terjadi pada agrowisata petik buah terpaksa ditutup karena pandemi virus ini. Agar tak merugi, para petani memilih untuk menjual hasil panen buah klengkeng secara online. Hal ini selaras dengan rencana pariwista saat Era Normal Baru nanti, dimana pariwisata juga mampu beradaptasi dengan sistem digitalisasi.

Pada Era Normal Baru nantinya, sektor agrowisata harus mulai mempersiapkan diri untuk bisa beradaptasi akan situasi baru. Karena untuk kedepan, prospek pengembangan agrowisata diperkirakan masih tetap cerah.

Pengembangan agrowisata dalam Era Normal Baru, tetap dapat diarahkan dalam bentuk ruangan tertutup (seperti museum), ruangan terbuka (taman atau lansekap), atau kombinasi antara keduanya, seperti kondisi sebelum pandemik virus Covid-19, ditambah dengan keselarasan sistem digitalisasi.

Berdasarkan pertemuan Meeting of The Asesan Tourism Ministers (M-ATM) Covid-19, menyebutkan sektor pariwisata (agrosiwisata didalamnya) perlu melihat bagaimana teknologi dan media digital memberi suatu sistem rutinitas baru dan kehidupan terebut akan menjadi Era Normal Baru.

Menyongsong Era Agrowisata Pasca Pandemi Covid-19

Seiring masih dikembangkannya vaksin atau obat untuk virus Covid-19 ini, maka saat nanti pariwisata kembali dibuka, subsektor  agrowisata sudah mulai siap dalam menghadapi Era Normal Baru nanti. Artinya, subsektor mampu mengalakkan pola hidup normal yang baru, salah satunya protokol kebersihan dasar ditempat umum.

Misalnya menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun dibeberapa titik, membiasakan menggunakan masker bagi pegwai maupun pengunjung, dan tetap menjaga jarak minimal 1.5 meter antar pengunjung, baik di ruangan tertutup maupun di ruang terbuka. Hal tersebut untuk melindungi pengunjung maupun pegawai di tempat agrowisata.

Selain mendorong pentingnya standar kebersihan dan kesehatan, agrowisata perlu beradaptasi dengan pola hidup baru, yaitu digitalisasi, yang merupakan cara hidup baru pasca pandemi Covid-19.

  1. 0 Komentar
  2. 5 Dibagikan
Referensi

Johanes Randy Prakoso. Sabtu, 2 Mei 2020. Wishnutama dan 'The New Normal' Industri Pariwisata Pasca Corona. Link: https://travel.detik.com/travel-news/d-5000008/wishnutama-dan-the-new-normal-industri-pariwisata-pasca-corona

DWK. Selasa 21 April 2020. Pandemi Corona Covid-19, Agrowisata jadi Jualan Buah Online. Link: https://lifestyle.okezone.com/read/2020/04/21/406/2202451/pandemi-corona-covid-19-agrowisata-jadi-jualan-buah-online

Rai Utama IGB. Agrowisata Sebagai Pariwisata Alternatif. Link: https://www.researchgate.net/publication/27707040227

Aditya RN. 03/05/2020, 10:14 WIB. Link: https://travel.kompas.com/read/2020/05/03/101400027/tantangan-industri-pariwisata-setelah-pamdemi-corona--era-digital?page=2

0 Komentar