Manajemen

7 Aspek Pertimbangan Pembelian Alat & Mesin Pertanian Oleh Petani

Dalam pembelian alat dan mesin pertanian baru, petani dapat mempertimbangkannya dari berbagai aspek, seperti manfaat ekonominya, umur ekonomisnya, biaya perawatannya, dan lainnya.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
null

Tanda-tanda musim kemarau yang berlangsung sekitar bulan Agustus – November 2019 mulai terlihat segera berakhir. Angin kencang di beberapa daerah, suhu panas yang menyelimuti beberapa wilayah di Indonesia, dan mulainnya hujan walau belum penuh di beberapa daerah menunjukan tanda-tanda kedatangan masa pancaroba mengawali kedatangan musim penghujan.

Sebelum musim penghujan, jangan lupa untuk menilik kembali perlengkapan pertanian, cangkul termasuk mesin traktor dan lainnya. Walau peralatan pertaniannya masih sederhana atau manual, petani jaman dulu biasanya melakukan itu.

Kebutuhan Petani Dalam Penggunaan Alat & Mesin Pertanian

Seiring berkurangnya tenaga kerja pertanian di perdesaan, tuntutan peningkatan produksi, dan tentunya pengembangan mekanisasi peralatan pertanian, menggunaan alat pertanian modern seperti bajak traktor, mesin pompa air, mesin perontok, mesin penanam dan pemanen, alat pengukuran kelembaban tanah dan lainnya sudah semakin memasyarakat, menjadi peralatan pertanian yang harus di cek kesiapannya menyambut datangnya musim penghujan.

Dalam rangka menysongsong musim tanam menyiapkan alat-alat pertanian, testing mesin, perbaikan peralatan pertanian perlu dilakukan oleh petani. Adapun jika dibutuhkan untuk membeli perangkat mesin dan peralatan pertanian baru, ada baiknya mempertimbangkan aspek kegunaan, keekonomian, dan model pembelian.

Aspek-aspek yang Dapat Menjadi Pertimbangan Pembelian Alat & Mesin Pertanian Oleh Petani

Pembelian mesin dan peralatan pertanian merupakan investasi yang dalam pencatatannya digolongkan sebagai belanja modal, atau sebagai modal kerja. Untuk itu, supaya tidak membebani keuangan, perlu dicermati antara kesesuaian kebutuhan, manfaat ekonomi, model pembelian, dan lainnya. Berikut aspek-aspek yang menjadi pertimbangan dalam pembelian alat dan mesin pertanian oleh petani.

1. Kesesuaian Pembelian Alat & Mesin dengan Kebutuhan

Supaya produktif, terlebih dahulu identifikasi dan buat daftar pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan tenaga mesin dan bantuan alat pertanian. Bandingkan nilai ekonominya antara memakai alat & mesin pertanian, dengan menggunakan tenaga tenaga kerja manusia (manual), hitung load atau beban pekerjaannya, dan keuntungan non ekonominya. Selanjutnya, pilih alat & mesin pertanian yang multi fungsi, bisa di setup untuk tidak hanya satu pekerjaan.

Untuk melakukan itu petani bisa membuat coret-coretan rencana kerja, atau setidaknya itu menjadi framework dalam pengambilan keputusan pembelian alat dan mesin pertanian baru.

2. Model Pembelian dan Model Pembayaran

Sekarang ini membeli alat dan mesin pertanian tudak harus cash. Sudah banyak produk mesin pertanian yang menawarkan model pembayaran sewa beli, atau kredit dan berbagai tawaran kemudahan pempayaran lainnya, seperti bonus suku cadang, perawatan, diskon harga dan lainnya.

Pilih model pembelian atau pembayaran yang paling sesuai dengan prilaku dan kondisi keuangan. Misal, pelunasan dilakukan setelah panen, walau harga belinya menjadi lebih mahal.

3. Umur Ekonomis

Umur ekonomis itu usia atau rentang waktu produktif suatu alat atau mesin. Kriteria produktif itu diantaranya mesin belum mengalami kerusakan berat, kapasitas dan kapablitas mesin masih kuat atau sempurna, dan hanya membutuhkan perawatan ringan.

Umur ekonomis mesin ini bisa 3 tahun, 4, atau 5 tahun. Buat perbandingan perkiraan nilai ekonomi yang dihasilkan dari mesin yang akan dibeli, yaitu nilai pekerjaan dalam satuan uang selama umur produktif mesin, dengan harga mesin. 

Jika tidak dibuat tertulis dan rinci, minimal ini dijadikan sebagai salah satu factor pengambilan keputusan pembelian mesin. Dengan itu perhitungan itu, berarti petani sudah memikirkan alokasi pembayarannya, dan optimalisasi penggunaan mesin sebagai sumber pendapatan tambahan. 

4. Biaya Perawatan

Pembelian mesin dengan biaya perawatan yang mudah atau bahkan dapat diperbaiki sendiri akan menghemat biaya operasional, yang pada akhirnya dapat meingkatkan pendapatan petani. Alat dan mesin pertanian dengan biaya murah itu biasanya, suku cadangnya murah, perbaiknannya tidak membutuhkan alat atau keahlian khusus, dan dapat dimodifikasi sesuai keadaan lapangan.

5. Ketersediaan Bengkel Perbaikan & Suku Cadang

Pertimbagan lainnya pembelian alat dan mesin pertanian oleh petani adalah ketersediaan bengkel dan suku cadang. Membeli alat atau mesin pertanian dengan suku cadang yang mudah didapat, dan kemudahan perbaikan mesin melalui bengkel terdekat, atau dapat diperbaiki sendiri akan menguntungkan petani, menghindari mesin tidak mangkrak jika terjadi kerusakan.

6. Operator

Operator alat atau mesin pertanian dapat menentukan keuntungan-kerugian pembelian mesin oleh petani. Alat atau mesin pertanian yang membutuhkan operator dengan keterampilan khusus akan menambah biaya operasional, karena petani harus merekrut, atau setidaknya memberikan pelatihan kepada calon operator.

Operator juga dapat menjadi penentu keawetan atau umur ekonomis sebuah mesin. Ini berkaita dengan kehati-hatian, dan rajin/tidaknya perawatan setelah pakai oleh operator. Jadi, sebelum membeli alat atau mesin, perhitungkan kebutuhan operator. Petani dapat meminta pelatihan mengenai cara mengoperasikan dan merawat mesin dengan benar kepada pemnjual.

7. Tempat Penyimpanan

Tempat penyimpanan pertanian yang baik dapat memperpanjang umur ekonomis suatu mesin. Kriteria tempat penyimpanan alat dan mesin pertanian yang baik diantaranya dapat melindungi alat dan mesin dari terik matahari dan hujan, dan dapat melindungi komponen-komponen mesin dari pencurian dan kehilangan lainnya.

Jadi, sebelum membeli alat atau mesin pertanian, petani bainyak sudah menyiapkan tempat penyimpanan atau gudangnya.

Atomasi & Digitalisasi Alat & Mesin Pertanian

Perkembangan teknologi pertanian termaru mengarah ke atumasi dan digitalisasi alat dan mesin pertanian. Ini tentunya menjadi tantangan baru bagi petani. Selain pengoperasian yang baru, atuomasi dan digitalisasi alat dan mesin pertanian juga memunculkan model bisnis baru. 

Sekarang petani tidak hanya diituntut untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam mengoperasionalkan mesin pertanian, tapi juga mengeksporasi peluang digital yang berpengaruh langsung terhadap pendapatan.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi

0 Komentar