Agribisnis

5 Langkah Usaha Pertanian Menghadapi Masa Pandemi Covid-19

Wabag Covid-19 yang masih melanda dan tak tentu kapan berakhir, membuat sektor pertanian untuk tetap siaga dalam menjamin ketersedian pasokan pangan yang merata dan tetap terjangkau.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
null

Akibat wabah Covid-19 yang melanda hampir diseluruh wilayah di bumi ini, menyebabkan  gejolak yang sangat signifikan di berbagai sektor utama penunjang kehidupan, salah satunya sektor pertanian. Ditengah pandemi Covid-19 yang terus melanda ini membuat sejumlah aspek di usaha pertanian terkena dampaknya. Lalu, bagaimana nasib dari usaha tani dan agribisnis, khususnya setelah pandemi Covid-19?

Dilansir dari Agriculture.com, aspek-aspek dalam sektor pertanian diharapkan mampu beradatasi terhadap wabah Covid-19. Ketika berhasil beradaptasi, tentunya akan berpengaruh terhadap nasib pertanian itu sendiri setelah pandemi Covid-19 nantinya.

Strategi Usaha Tani dan Agribisnis Menghadapi Pandemi Covid-19

Beberapa pakar mencoba memprediksi hal-hal yang penting untuk dilakukan saat ini agar bisa tetap bertahan sampai setelah pandemi ini, diantaranya:

1. Penelitian dan Teknologi Pertanian

Tetap menjalankan agenda-agenda pada sektor penelitian dan pengembangan teknologi pertanian, khususnya yang berkaitan dengan budidaya, proteksi tanaman, maupun sistem digital pertanian. Tujuannya, agar bagian hulu aspek pertanian ini dapat tetap menyokong sektor lainya dalam aspek pertanian sampai ke hilir.

Komitmen tersebut dilakukan didasari dari konsep dari penelitian dan pengembangan yang bersifat investasi jangka panjang. Akibatnya, penelitian dan pengembangan dalam aspek-aspek pertanian budidaya, proteksi tanaman, maupun sistem digital, tetap bisa berjalan dikoridornya.

Meski demikian, memerlukan penyesuaian bugdet untuk penelitian dan pengembangan tersebut karena kondisi pandemi Covid-19. Yang terpenting, agenda-agenda utama dalam aspek pertanian tetap tercapai melalui penelitian dan pengembangan ini.

2. Pengembangan Sistem Pelacakan Pasokan Pangan

Kelanjutan dari tetap berjalannya penelitian dalam aspek pertanian, yaitu pengembangan sistem digital untuk mengetahui ketersediaan pangan di lapangan. Ditengah pandemi Covid-19, mobilisasi di lapangan menjadi terhambat. Sehingga diperlukan sistem digital untuk melacak ketersediaan pangan di lapangan secara langsung dari mana saja. Tentunya, distribusi pangan dari hulu ke hilir tetap terlacak dengan efektif dan efisien dan terdistribusi merata.

3. Akselerasi Adaptasi Teknologi  

Kondisi pandemi ini, diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi oleh petani, dimana petani dapat mengakses informasi secara online  untuk permasalahan di lapangan tanpa campur tangan langsung penyuluh dari pemerintah maupun swasta.

Permasalahan itu seperti pengendalian hama dan penyakit, dsb. Peran petani dan peternak di lapangan menjadi sangat sentral pada masa pandemi Covid-19. Produk pertanian dan peternakan merupakan kebutuhan yang harus tersedia bagi masyarakat.

4. Sistem Online Untuk Pemasaran Alat dan Produk Pertanian

Keterbatasan mobilisasi membuat para pelaku bisnis pertanian untuk kreatif melalui teknologi internet. Kondisi pandemi ini justru menjadi semakin berkembang dan menjanjikan dalam menjual alat dan produk pertanian.

Alat penunjang pertanian juga banyak dicari oleh masyarakat yang harus bekerja dari rumah dan mulai menyukai bercocok tanam. Produk pertanian yang dijual daring pun menjadi alternatif baru yang diincar untuk mengalihkan rasa jenuh selama di rumah. Produk pertanian berupa  bibit tanaman (baik tanaman budidaya dan hias) sampai produk pertanian maupun peternakan.

5. Sistem Pengemasan Dengan Teknologi

Pengusaha olahan untuk produk pertanian dan peternakan diperkirakan mulai beralih ke otomasi untuk proses pengepakan atau pengemasan. Hal ini efek dari pandemi Covid-19, yang mengharuskan pekerja pabrik pengemasan diliburkan sedangkan target usaha harus tetap berjalan.

Solusi yang efektif dan efisien lainnya salah satunya mengemas produk olahan dari paket ‘grosir’ menjadi paket ‘eceran’. Penyesuaian pendapatan masyarakat yang mulai berkurang akibat Covid-19, tentu mempengaruhi daya beli masyarakat di pasaran. Paket eceran memberikan kemudahan masyarakat untuk tetap membeli produk pertanian dan peternakan yang telah diolah oleh pabrik.

Keuntungan Pertanian Indonesia Saat Pandemi Covid-19

Untungnya, pertanian Indonesia khususnya pada sektor pangan, hapir lebih 70 persen merupakan pertanian rakyat. Pertanian rakyat ini, bertahun-tahun telah mandiri dan independen, bebas dari ketergantungan teknologi dan modal. 

Dengan model pertanian rakyat ini, setidaknya cadangan pangan masyarakat yang ada di masyarakat masih akan tetap terjaga selama petani tetap menanam. Atas fakta itu, yang perlu diupayakan adalah memberikan stimulus kepada petani, dan jaminan pembelian atas produk atau komoditas yang dihasilkan. Karena, di beberapa daerah komoditas pertanian harganya cenderung menurun dan sepi permintaan sebab dari ribuan restoran dan rumah makan yang tutup atau mengurangi kapasitasnya.

  1. 0 Komentar
  2. 0 Dibagikan
Referensi

0 Komentar