Rintisan

5 Faktor yang Berpengaruh Besar Terhadap Keberhasilan Startup Pertanian

Selain produk berbasis teknologi, ekspertis dibidang pertanian, penguasaan input, tim inti, akses pasar dan pemahaman lingkungan juga menjadi penentu keberhasilan startup pertanian.

  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
null

Kehadiran startup, atau perusahaan rintisan pertanian dapat disebut sebagai pembaharu usaha di bidang pertanian. Usaha pertanian yang mendefinisikan dirinya sebagai startup atau perusahaan rintisan pertanian merupakan usaha pertanian yang sejak awal pendiriannya dikonsep untuk menjadi sebuah perusahaan dengan keunggulan teknologi sebagai solusi, serta pengelolaan dan pengembangannya berlandaskan pada kaidah-kaidah manajemen modern.

Startup Pertanian, Pembaharu Usaha Pertanian

Setiap tahun startup pertanian, baik peternakan, perkebunan dan perikanan terus bermunculan. Perkembangan pesat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi memundahkan pengembangan kerativitas.

Memadukan pengetahuan dan keahilan di bidang pertanian, banyak anak muda mengembangkan solusi-solusi, produk dan layanan di bidang pertanian menjadi startup pertanian. Kebanyakan dari mereka tertarik mengembangkan startup pertanian selain potensi juga didasarkan atas dedikasi, juga merasa tertantang untuk membawa perubahan di bidang pertanian.

Kekuatan startup pertanian yang umumnya digawangi oleh anak muda ini terletak pada daya kreativitas dan inovasinya. Penguasaan teknologi khususnya teknologi digital, menjadi pendorong atas bermunculannya startup pertanian denga berbagai kategori, seperti ecommerce pertanian, digital farming, precision farming, sampai bioteknologi.

Faktor Penentu Keberhasilan Startup Pertanian

Namun perlu di ingat juga, bagi startup pertanian selain aspek penguasaan teknologi, aspek pemahaman dan penguasaan pertanian, meliputi budidaya, sosial, dan budayanya juga menjadi penentu utama keberhasilan.

Para pengembang, founder dan co-founder startup pertanian merupakan orang-orang terpilih. Secara sadar mereka sudah tahu seberapa besar tantangan yang dihadapi untuk membangun startup pertanian. Berbeda dengan startup lainnya, membangun startup pertanian tidak hanya sebatas teknologi dan penguasaan pasar. 

Sebagai contoh, ecommerce komoditas pertanian tidak hanya soal platform penjualan online. Mau tidak mau, minimal ecommerce komoditas pertanian terkait dengan cara pengiriman, kontinyuitas suplai dari ladang (on farm) atau petani, dan standard kualitas produk yang rumit.

Selain, daya kreativitas dan inovasi teknologi yang menghasilkan solusi produk atau layanan yang mumpuni, berikut faktor yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan membangun startup pertanian.

1. Ekspertis Di Bidang Pertanian

Pertanian merupakan bidang usaha yang luas, rumit dan rigid. Satu keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan teknologi yang dikembangkan akan mempermudah pengembangan bisnis startup pertanian.

Sebagai contoh, startup crowdfunding bagi petani. Selain platform, keahlian dan keterampilan bertani seperti mengorganisir petani, ekspertis untuk budidaya tanaman tertentu dan pemahaman prilaku masyaraat petani dalam menggunakan uang menjadi penentu startup crowdfunding itu berkembang.

2. Komitmen dan Komposisi Tim Inti 

Tim inti merupakan penggerak dan penentu arah dan keberhasilan startup pertanian. Idealnya, tim inti untuk startup pertanian terdiri dari orang dengan kehalian dibidang teknologi, orang dengan keahlian bisnis, dan orang dengan keahlian dibidang pertanian. Komposisi tersebut diikat dengan komitmen yang kuat antar anggota tim.

Untuk mengikat komitmen dapat dituangkan dengan perjanjian yang memuat tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota tim inti, serta benefit, seperti pembagian share dan sebagainya. 

3. Penguasaan Input

Penguasaan input tidak harus memiliki input, tetapi juga akses terhadap input. Yang dimaksud input disini disesuaikan dengan bidang usaha startup pertanian. Misal, ecommerce komoditas pertanian, inputnya adalah produk pertanian. Dapat berupa komoditas pertanian yang ditanam sendiri, atau dari ladang sendiri, atau mempunyai akses terhadap petani atau pelaku ditingkat hulu.

Atau contoh lainnya, startup crowdfunding untuk peternakan. Inputnya bisa berupa pakan ternak, sumberdaya pengelola ternak, lahan untuk peternakan dan lainnya, yang bisa dimiliki sendiri atau dikerjasamakan.

4. Akses Pasar

Salah satu perbedaan bidang usaha pertanian dengan bidang usaha lainnya diantaranya adanya jarak baik secara rantai tata niaga maupun secara geografi antara on farm dengan konsumen akhir. Produk dan layanan startup pertanian yang pasarnya jelas dan dapat menjangkau pasar lebih berpotensi untuk berkembang atau berhasil.

Misal, mengembangan teknologi drone untuk pemetaan lahan atau menyiraman, pasarnya adalah korporasi dan petani. Jika pasar tersebut dapat dijangkau dengan ikatan dalam kerjasama kontrak atau lainnya, setidaknya startup itu sudah me-generate pendapatan dari produknya.

5. Pemahaman dan Penguasaan atas Business Environment

Lingkungan bisnis pertanian dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan bisnis pertanian sekala industri dan lingkungan bisnis pertanian sekala UKM. Diantara keduanya adalah area abu-abu dengan tata niaga yang rumit, dan tidak jarang berlaku sistem monopoli dan tata niaga tertutup untuk bidang usaha tertentu.

Startup pertanian harus mampu memahami, mendefinisikan dan memetakan lingkungan bisnisnya. Dengan itu, sehingga ia tahu betul posisinya didalam lingkaran ekosistem bisnis, mana yang dapat diajak kerjasama dan bagaimana mendobrak tatanan baku, membuat rule dan membuat lingkungan bisnis baru.

Formulasi Bisnis Model

Tentunya, faktor penentu keberhasilan startup pertanian itu tidak harus dimiliki sejak pendirian. Namun, setiap proses pembangunan atau pengembangan startup pertanian dapat diupayakan untuk memperkuat faktor tersebut.

Startup pertanian dapat mengembangkan atau membangun faktor keberhasilan diatas dengan memformulasikannya kedalam bisnis model, sehingga antara teknologi, manajemen, pasar, dan lingkungan dapat berjalan selaras dan seimbang.

Formulasi bisnis model tidak harus menjadi ketetapan baku. Nantinya, aka nada revisi-revisi sesuai dengan perkembangan bisnis. Sebagai perusahaan yang baru, startup pertanian akan lebih mudah untuk bergerak menyesuaikan diri terhadap lingkungan jika segala sesuatunya terkait formulasi dana arah pengembangan bisnis dibuat fleksibel.

img: GenAgraris.ID
  1. 0 Komentar
  2. 2 Dibagikan
Referensi

0 Komentar