A-Z Hama Tanaman

Sternochetus Frigidus (Penggerek Ranting)

Serangga kumbang, Sternochetus frigidus (Coleoptera: Curculionidae) merupakan salah satu jenis serangga hama pada tanaman mangga, yang dikenal sebagai hama penggerek ranting. Hama ini dapat ditemukan di daerah sentra produksi mangga antara lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Hama ini menyerang mangga jenis kweni, kebembem, dan bacang.

Siklus hama penggerek ranting terdiri dari empat stadium, yaitu telur, larva atau ulat, pupa, dan imago atau serangga dewasa. Kumbang betina akan meletakkan telur pada kulit buah degan ovipositor (alat peletak telur). Telur diselimuti lapisan berwarna coklat yang terdiri dari getah yang keluar dari lubang gerekan.

Gejala

Gejala serangan hama penggerek ranting yang bisa diamati yaitu larva atau ulat akan membuat saluran gerekan di dalam ujung ranting. Serangan pada ranting tampak dengan adanya benjolan seperti gumpalan yang merupakan campuran kotoran serangga dengan getah. Larva aktif pada malam hari, menggerek bagian dalam kulit kayu yang hijau, pucuk dan ranting. Makanan utamanya adalah jaringan daun muda.

Penanganan dan Pencegahan

Startegi penanganan dan pencegahan hama penggerek ranting S. frigidus ini yaitu:

  1. Cara biologi:
    Parasitoid Bruchorida sp. (famili Chalcididae), tetapi masih kurang efektif.
  2. Cara mekanis:
    Memotong pucuk dan ranting terserang sampai pada batas bagian yang sehat, kemudian dibakar atau dimusnahkan.

 

-------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

http://ditlin.hortikultura.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=118:penggerek-ranting&catid=31:mangga&Itemid=97


Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.


Triplehorn AC, Johnson NF. 2005. Borror an Delong’s: Introduction to the Study of Insect. Ed. ke-7. Thomson Learning, Inc.


Irwanto B. 2008. Inventarisasi Hama-Hama Penting dan Parasitoid Pada Buah Mangga (Mangifera spp.) di Laboratorium. Skirpsi. Universitas Sumatera Utara.