A-Z Hama Tanaman

Spodoptera Litura (Ulat Grayak)

Serangga Spodoptera litura (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan salah satu jenis serangga ngengat yang menjadi hama penting pada tanaman jagung. Hama S. litura ini memiliki siklus hidup yang terdiri dari empat fase yaitu telur, larva/ulat, pupa, dan imago (ngengat dewasa). Fase larva atau ulat yang seringkali menimbulkan kerusakan pada tanaman jagung. Hama S. litura sering juga disebut dengan istilah ulat grayak.

Ulat grayak bersifat polifag, artinya hama ini juga menyerang jenis tanaman selain jagung. Jenis tanaman lain yang diserang oleh ulat grayak ini diantaranya yaitu tanaman tomat, kubis, cabai, buncis, bawang merah, terung, kentang, kangkung, bayam, padi, tebu, jeruk, pisang, tembakau, kacang-kacangan, tanaman hias, dan gulma.

Gejala

Gejala serangan biasanya disebabkan oleh keberadaan ulat atau larva hama ini. Larva/ulat akan merusak daun dan menyerang secara serentak dan berkelompok. Serangan larva/ulat tersebut akan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas daun, sehingga daun menjadi transparan dan hanya tertinggal tulang-tulang daun saja.

Umumnya, serangan larva/ulat grayak ini terjadi pada musim kemarau dan larva atau ulat ditemukan berada di permukaan bawah daun.

Penanganan dan Pencegahan

  1. Secara kultur teknis: pengolahan tanah yang intensif dan pembakaran tanaman jika serangan hama ini sudah masif.
  2. Secara fisik/mekanis: penggunaan perangkap feromon seks untuk menghalangi perilaku kawin pada ngengat dewasa /imago jantan dan betina. Selain itu, pengendalians secara fisik juga bisa dilakukan dengan mengumpulkan larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang kemudian memusnahkannya.
  3. Pengendalian Hayati atau non kimiawi: yaitu dengan menggunakan musuh alami dari hama S. litura ini. Contoh musuh alami dari hama ini: patogen Sl-NPV (Spodoptera litura – Nuclear Polyhedrosis Virus), cendawan Cordisep, Aspergillus flavus, Beauveria bassina, Nomuarea rileyi, dan Metarhizium anisopliae, bakteri Bacillus thuringensis, nematoda Steinernema sp.,predator Sycanus  sp., Andrallus spinideus, Selonepnis geminada, parasitoid Apanteles sp., Telenomus spodopterae, Microplistis similis, dan Peribeae sp.
  4. Pengendalian kimiawi: dapat dilakukan jika intensitas serangan lebih dari 12.5% per tanaman contoh. Beberapa jenis pestiida yang efektif untuk menangani hama ini yaitu monokrotofos, diazinon, khlorpirifos, triazofos, dikhlorovos, sianofenfos, dan karbaril.

 

-------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Djafar Baco, Johanis Tandiabang. 1998. Hama utama jagung dan pengendaliannya. Balai Penelitian Tanaman Pangan Maros.


Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.