A-Z Hama Tanaman

Sitophilus Zeamais (Hama Gudang)

Serangga polifag Sitophilus zeamais Motsch. (maize weevil) merupakan serangga hama pada gudang penyimpanan biji-bijian serealia (seperti beras dan jagung). Klasifikasi S. zeamais yaitu termasuk ke dalam Ordo Coleoptera (kumbang-kumbangan), Famili Curculionidae, Subfamili Dryophthorinae, dan Genus Sitophilus. Distribusi dari S. zeamais yaitu seluruh daerah tropis dan subtropis, serta Eropa Selatan.

Hama gudang S. zeamais termasuk kedalam hama utama yang memiliki kemampuan merusak dan dapat berkembang-biak dengan baik pada komoditas yang masih utuh. Hama jenis ini mampu menyelesaikan siklus hidupnya di dalam biji sehingga sehingga menyebabkan biji menjadi rusak.

Hama gudang S. zeamais akan merusak hasil panen biji-bijian sereal dengan cara:

  • Pertama, hama gudang S. zeamais betina dewasa akan meletakkan telur pada biji-bijian sereal yang belum dipanen maupun pada biji-bijian yang telah di gudang penyimpanan.
  • Kedua, telur tersebut akan menetas menjadi larva.
  • Ketiga, larva hama yang menetas tersebut yang akan memakan dengan cara menggerek bagian dalam biji.

Gejala

Kerusakan yang disebabkan oleh hama gudang S. zeamais bervariasi sesuai dengan varietas tanaman yang diserang dan populasi dari hama ini. Biasanya, untuk mendeteksi awal serangan hama gudang S. zeamais akan sulit diketahui karena larva merusak bagian dalam biji.

Larva merusak bagian dalam biji dengan cara menggerek. Salah satu indikasi atau gejala biji jagung yang terserang oleh hama gudang jenis ini yaitu bila biji tersebut dimasukkan ke dalam air maka biji akan terapung.

Untuk biji–bijian sereal yang disimpan dalam gudang yang besar, serangan hama gudang S. zeamais dapat dideteksi melalui peningkatan suhu pada gudang. Namun, tanda serangan yang paling mudah diamati adalah ditemukannya hama S. zeamais fase imago/dewasa yang muncul pada wilayah gudang penyimpanan biji-bijian sereal tersebut.

Penanganan dan Pencegahan

Hama gudang S. zeamais dapat dikendalikan dengan cara menyimpan biji-bijian sereal hasil panen di dalam tempat yang bersih (higienis), baik di gudang maupun tempat penyimpanan lainnya. Selain itu, penggunaan varietas tahan menjadi salah satu pengendalian yang efektif. Pengunaan musuh alami seperti parasitoid Lariophagus distinguendus dan Anisopteromalus calandrae, patogen Beauveria bassiana juga menjadi salah satu pencegahan dan penanganan secara biologis.

Selain itu, salah satu altenatif penanganan secara biologis lainnya yaitu dengan aplikasi insektisida nabati berupa ekstrak daun bandotan, serai, bawang merah, tembakau, jahe, dan mimba. Selain insektisida nabati, penggunaan insektisida sintetis berbahan aktif metil pirimifos dapat pula diaplikasikan dengan mengikuti petunjuk penggunaannya secara bijak.

 

-------------------------------------
Ditulis oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Danho M, Gaspar C, Haubruge E. 2002. The impact of grain quantity on the biology of Sitophilus zeamais Motschulsky (Coleoptera: Curculionidae): oviposition, distributionofeggs, adultemergence, body weight and sex ratio. J Stored Prod Research 38 : 259-266.


Pracaya. 2008. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Secara Organik. Penerbit Kanisius.


Nonci & Muis. 2015. BIOLOGI, GEJALA SERANGAN, DAN PENGENDALIAN HAMA BUBUK JAGUNG Sitophilus zeamais MOTSCHULSKY (COLEOPTERA: CURCULIONIDAE). J Litbang Pert 34 (2): 61-70