A-Z Hama Tanaman

Sexava sp.

Serangga hama Sexava sp. (Orthoptera: Tettigonidae) merupakan jenis serangga belalang yang menjadi hama penting pada tanaman kelapa, khususnya di Indonesia Timur. Pada tahun 1927, jenis hama ini pertama kali dilaporkan merusak pertanaman kelapa di Kepulauan Sangihe dan Talaud.

Daerah sebaran dari hama Sexava sp. ini yaitu Kepulauan Sangihe dan Talaud, Pulau Halmahera, dan Papua. Ada tiga jenis hama Sexava sp. yang menjadi hama pada berbagai jenis tanaman kelapa, yaitu S. nubila, S. coriacea, dan S. karnyi. Serangan hama Sexava sp .dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan tanaman kelapa mati. Serangan hama dapat menyebabkan kehilangan daun sebanyak 40%, sehingga dapat menurunkan hasil panen sampai 60%.

Apabila tanaman kelapa yang belum berproduksi terserang hama Sexava sp., maka secara berkesinambungan pertumbuhannya akan terhambat. Akibatnya, tanaman kelapa akan mengalami kelambatan dalam berproduksi atau tidak berproduksi sama sekali. Umumnya, populasi hama Sexava sp. meningkat cepat pada musim kemarau.

Gejala

Gejala serangan hama Sexava sp., yaitu biasanya hama belalang ini lebih memilih daun tua, kalau daun tua habis maka makan daun muda, mayang, dan buah muda. Bekas gigitan hama belalang ini di bagian tepi daun sangat kasar. Apabila populasi hama belalang ini tinggi, maka seluruh daun dalam suatu pertanaman kelapa dapat dihabisi. Akibatnya, apabila hal ini terjadi maka buah-buah akan berguguran.

Penanganan dan Pencegahan

Beberapa penanganan dan pencegahan hama Sexava sp. yang bisa dilakukan diantaranya sanitasi kebun terhadap gulma dan tanaman inang lain, yaitu pisang dan palem-paleman lain. Selain itu, pemasangan penghalang mekanik di pangkal batang kelapa. Kemudian, pemusnahan telur-telur Sexava sp. (di dalam tanah) dengan cara melakukan pembakaran seputar pangkal tanaman kelapa dengan radius 1-1,5 m secara rutin selama 6-8 bulan, atau mencari langsung dan pemusnahan telur (dengan gerakan massal).

Penanganan dan pencegahan secara alami yaitu konservasi dan inundasi musuh alami dari hama Sexava sp. yaitu: Leefmansia bicolor Wat. (Hymenoptera: Encyrtidae), parasitoid telur, hanya memarasit telur-telur yang menyembul ke permukaan tanah, dari satu telur dapat keluar 20-30 imago parasit; Doirainia leefmansia Wat. (Hymenoptera: Trichogrammatidae); Tetrastichus dubius Wat. (Hymenoptera: Eulophidae); dan Prosapegus atrelus Dodd. (Hymenoptera: Scelionidae).

Aplikasi insektisida juga bisa dilakukan apabila tingkat serangan hama Sexava sp. rata-rata mencapai 20%. Cara aplikasi insektisida yang bisa dilakukan yaitu injeksi batang (pohon tua) dan infus melalui akar (tanaman muda).

 

-------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

 

Share

Referensi

Darwis M. Upaya Pengendalian Hama Sexava spp. Secara Terpadu. PERSPEKTIF 5(2): 98-110


Triplehorn AC, Johnson NF. 2005. Borror an Delong’s: Introduction to the Study of Insect. Ed. ke-7. Thomson Learning, Inc.


Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.