A-Z Hama Tanaman

Sanurus indecora (Wereng Pucuk)

Serangga wereng pucuk, Sanurus indecora Kacobi (Hemiptera: Flatidae) merupakan jenis serangga yang berperan sebagai hama. Hama wereng pucuk ini diketahui menjadi hama utama pada tanaman jambu mete. Oleh sebab itu, hama ini sering disebut sebagai hama wereng pucuk mete.

Hama ini menyerang tanaman dengan cara menusuk dan mengisap cairan tanaman. Akibatnya aliran zat hara menuju bunga dan pembentukan buah menjadi terganggu sehingga jumlah bunga yang menjadi buah menurun.

Hama wereng pucuk S. indecora, selain menyerang jambu mete, diketahui juga menyerang tanaman lain disekitarnya, meskipun tingkat serangannya rendah. Tanaman lain tersebut diantaranya yaitu tanaman mangga (Mangifera indica), jambu air (Eugenia aquea), jarak pagar (Jatropha curcas), jeruk (Citrus sp.), krotalaria (Crotalaria sp.), rambutan (Nephelium lappaceum), nangka (Artocarpus heterophyllus), bugenvile (Bougainvillea glabra), gamal (Glyricidia sepium.), srikaya (Annona squamosa), ubi kayu (Manihot utilissima), juwet (Eugenia cumini), sawo (Achras zapota), jambu biji (Psidium guajava) belimbing (Averrhoa carombola), sirsak (Annona muricata), ceremai (Phyllanthus acid), dan tanaman anis (Clausena anisata). 

Gejala

Gejala serangan hama wereng pucuk S. indecora dapat terlihat pada pucuk dan tangkai bunga, bekas serangan berupa titik-titik hitam agak menonjol seperti bisul. Serangan hama wereng pucuk saat populasi tinggi, pada tangkai bunga dan bunga mengakibatkan bagian tersebut mengering sehingga bunga gagal menjadi buah.

Populasi hama wereng pucuk dengan kepadatan yang tinggi juga menghalangi serangga penyerbuk. Selain itu, permukaan daun banyak ditumbuhi cendawan jelaga, karena adanya embun madu yang dihasilkan hama tersebut.

Penanganan dan Pencegahan

Strategi penanganan dan pencegahan hama wereng pucuk S. indecora dapat dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan berbagai komponen pengendalian dan berwawasan lingkungan., diantaranya:

  1. Pengendalian secara fisik: pengambilan telur, jika jumlahnya masih sedikit, lalu memusnahkannya.
  2. Pengendalian secara biologi dapat menggunakan musuh alami, yaitu cendawan patogen serangga dan parasitoid serta pestisida nabati.
  3. Pengendalian dengan pestisida sintetis dilakukan bila cara pengendalian lain tidak mampu mengendalikan populasi hama, terutama pada serangan eksplosif. 

 

-------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Mardiningsih TL. 2007. POTENSI CENDAWAN Synnematium sp. UNTUK MENGENDALIKAN WERENG PUCUK JAMBU METE (Sanurus indecora Jacobi). Jurnal Litbang Pertanian 26 (4): 146-152

 

Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.

 

Supeno B, Pudjianto, Kartosuwondo U. 2007. Wereng Pucuk Mete Sanurus indecora (Hemiptera: Flatidae) sebagai Inang Ngengat Parasitoid (Epipyropidae: Lepidotera) di Pertanaman Mete Pulau Lombok. Jurnal Entomologi Indonesia 4 (2): 98-110