A-Z Hama Tanaman

Rhyzoptera Dominica (Kalandra)

Serangga Rhyzoptera dominica (Coleoptera: Bostrichidae) merupakan salah satu jenis serangga hama pascapanen yang menjadi hama utama pada gabah di tempat penyimpanan. Umumnya, hama R. dominica menjadi salah satu jenis serangga hama yang banyak menimbulkan kerusakan pada penyimpanan sorgum.

Hama ini bersifat kosmopolitan, khususnya menjadi hama yang sangat serius di daerah panas, kondisi kering di seluruh daerah tropis dan subtropis, dan situasi yang terlindung di daerah beriklim sedang. Serangan berat hama R. dominica pada tempat penyimpanan gabah dapat menyebabkan kehilangan hasil sebesar 7 % dalam waktu 6 bulan. Larva maupun pupa merupakan pemakan biji yang sangat rakus sehingga menyebabkan kerusakan komoditi yang disimpan lebih besar dibandingkan hama lain.

Gejala

Gejala serangan hama R. dominica yaitu dapat dilihat biasanya biji yang terpapar digudang menjadi berlubang-lubang dan menghasilkan banyak debu hasil gerekan.

Penanganan dan Pencegahan

Salah satu strategi penanganan dan pencegahan hama pascapanen R. dominica, yaitu dengan pembakaran tempurung kelapa secara tidak sempurna. Asap pembakaran tempurung kelapa mengandung beberapa macam senyawa yaitu senyawa fenol sebesar 4,13 %, karbonil 11,3 %, senyawa asam 10,2 %, dan senyawa Hidrokarbon Polisiklik Aromatik dapat menangkal dan mematikan hama ini.

Selain pembakaran temurung kelapa, senyawa hidrokarbon, CO2 dan CO yang dihasilkan dari pembakaran sekam padi juga dapat menyebabkan kematian hama R. dominica.

 

 ------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

http://www.litbang.pertanian.go.id/special/padi/bbpadi_2009_itp_17.pdf


Kalshoven, L.G.E. 1981. Pests of Crops in Indonesia: Revised by P.A. Van Der Laan. P.T. Ichtiar Baru. Jakarta. 701 hal.


A. A. Ketut Aryawan, Bambang Tri Rahardjo, dan Ludji Pantja Astuti. 2013. POTENSI ASAP PEMBAKARAN TEMPURUNG KELAPA DALAM PENGENDALIAN HAMA Rhyzopertha dominica F. (COLEOPTERA: BOSTRICHIDAE) PADA GABAH DALAM SIMPANAN. Jurnal HPT (1): 6-15