A-Z Hama Tanaman

Rhytidodera Simulans White (Penggerek Batang Mangga)

Serangga kumbang Rhytidodera simulans (Celeoptera: Cerambycidae) merupakan salah satu hama pada tanaman mangga. Serangga hama ini dikenal dengan istilah penggerek batang mangga atau a trunk borer of mango. Distribusi hama ini diketahui menyebar diseluruh Indonesia. Serangga hama penggerek batang mangga ini memiliki empat fase siklus hidup, yaitu telur, larva, pupa, dan imago atau serangga dewasa.

Telurnya diletakkan pada kulit cabang atau batang mangga dan seekor serangga betina dapat menghasilkan telur sebanyak 160 butir. Larva masuk kedalam cabang atau batang melalui lubang bekas gigitan semut atau menembus bagian lunak disisi tunas. Kemudian larva menggerek cabang atau batang dengan membuat lorong kebagian tangkai sebagai tempat tinggalnya.

Gerekan dari larva tersebut menyebabakan pembuluh kayu rusak dan larva akan tetap di dalam cabang sampai stadia pupa. Ketika hama kumbang ini bermetamorfosa dari pupa menjadi dewasa, maka kumbang tersebut keluar dari cabang/batang.

Gejala

Serangan hama kumbang R. simulans dimulai pada cabang yang kecil kemudian berlanjut pada cabang yang besar, bahkan sampai cabang utamanya. Jika larvanya masih muda maka serangannya kerap kali sangat sukar untuk dilihat. Lorong-lorong biasanya terdapat dibagian tengah cabang dan berwarna hitam karena terdapat lubang pembuang kotoran dan tepung kayu maka lorong-lorong tersebut bersih. Setelah tidak terpakai orong-lorong itu kerap kali dihuni semut hitam.

Pohon mangga yang terserang hama kumbang ini menunjukkan tajuk tambahan atau corona menjadi tidak teratur dan keriput karena terus-menerus terjadi pematahan dahan. Pada serangan yang parah, cabang utama rusak. Pada cabang yang patah terdapat bukit patahan yang berbentuk cincin dengan lubang ditengahnya.

Kondisi tersebut sangat khas pada kerusakan pada kumbang hama ini. Kondisi kerusakan lain seperti terdapatnya cabang-cabang dengan lubang kecil yang terusun seperti cincin, lubang cincin itu tempat mengeluarkan kotorannya dan tepung kayu

Penanganan dan Pencegahan

Strategi penanganan dan pencegahan dari serangan hama R. simulans ini yaitu: pertama, untuk pohon mangga yang tidak terlalu tinggi maka bagian tanaman yang daunnya tampak layu dipangkas sebatas bagian yang kayunya sehat. Bekas pangkasannya dikumpulkan kemudian dibakar agar telur, larva yang terdapatnya didalamnya mati. Kedua, apabila lubang gerekan ditemukan, lubang ini disumbat dengan kapas yang sudah dicelup Insektisida atau disumbat pasak bamboo atau penyumbat lain,

Strategi lainnya dengan konservasi parasitoid telur yang dapat menekan populasi penggerek itu adalah Promuscidae, Anagyrus sp., dan Eupelmus sp., yang menyerang telur 30-40 %. Strategi terkahir dapat menggunakan insektisida secara rutin seperti insektisida diazinon, karbaril. Apabila pohon mangga sudah tinggi dilakukan injeksi insektisida granular.

 

-------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Semangun H. 2007. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia (Revisi). Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.


Susniahti N, Sumeno H, Sudarjat. 2005. Bahan Ajar Ilmu Hama Tumbuhan. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Unpad: Bandung


Suyanto A. 1994. Hama Sayur dan Buah Seri PHT. Penebar Swadaya: Jakarta