A-Z Hama Tanaman

Plutella Xylostella (Ulat Tritip)

Hama daun kubis, Plutella xylostella (L.), (Lepidoptera: Plutellidae) merupakan satu jenis serangga yang menjadi hama utama pada tanaman kubis-kubisan. Ada empat fase atau stadia pada siklus hidup hama P. xylostella ini, yaitu telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan imago (serangga dewasa). Serangga hama P. xylostella yang merusak tanaman kubis yaitu serangga pada fase atau stadium larva (ulat).

Hama ulat kubis ini dikenal dikalangan petani dengan nama ulat Tritip. Ulat Tritip atau hama kubis ini akan bersembunyi di balik daun untuk memakan jaringan daun hingga jaringan daun menjadi kosong.

Level serangan hama kubis ini yaitu mulai dari serangan sedang hingga serangan berat. Bahkan, pada serangan berat bisa mengakibatkan kerugian tinggi bagi petani, yaitu berupa menurunnya kualitas produksi dari kubis yang ditanam oleh petani tersebut.

Suhu dan kelembaban udara yang tinggi merupakan dua faktor yang menjadi pemicu terjadinya serangan berat dari hama kubis ini.

Gejala

Gejala serangan yang mudah dilihat yaitu terbentuknya bercak-bercak putih yang bentuknya tidak beraturan dengan ukuran tidak lebih dari 5 mm yang kemudian akan sobek dan membentuk lubang.

Penanganan dan Pencegahan

  1. Pengumpulan larva dan membunuhnya secara mekanis di persemaian.
  2. Pergiliran tanaman dengan tanaman lain yang tidak tergolong dalam famili Cruciferae (kubis-kubisan)
  3. Tumpang sari antara kubis dan tomat
  4. Konservasi musuh alaminya, yaitu Diadegma semiclausum dengan cara menunda aplikasi insetisida kalau terlihat bahwa tingkat parasitasi cukup tinggi
  5. Aplikasi insektisida efektif yang diizinkan oleh Komisi Pestisida

 

-------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Borror DJ, Triplehorn CA, Johnson NF. 1989. An Introduction to the Study of Insect. Ed ke-6 United State of America: Thomson Learning, Inc.


Winarto L & Nair D. Teknologi Pengendalian Hama Plutella xylostella Dengan Insektisida Dan Agensia Hayati Pada Kubis Di Kabupaten Karo. ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/1496