A-Z Hama Tanaman

Plusia Chalcites / Chrysodeixis chalcites (Hama Ulat Jengkal)

Hama ulat jengkal Chrysodeixis chalcites (Lepidotera: Noctuidae) merupakan jenis hama yang menyerang tanaman kecang-kacangan. Hama ini menyebar luas di Eropa dan Asia. Selain itu, di diketahui juga bahwa hama ini menyerang tanaman kentang di Jawa Barat, beberapa jenis gulma dan semak-semak di Deli, menyerang tomat di Malaysia, dan buncis di Filipina.

Hama ini disebut hama ulat jengkal karena sesuai dengan cara berpindah seperti tangan manusia yang dijengkalkan. Hama ulat jengkal pada tanaman kedelai perlu mendapat perhatian karena meskipun bukan termasuk hama penting namun keberadaannya bersama dengan hama pemakan daun lainnya akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan produksi kedelai.

Gejala

Beberapa gejala serangan dari hama ulat jengkal C.chalcites yaitu:

  1. Serangan larva terjadi pada tanaman stadia vegetatif dan generatif.
  2. Ulat makan daun muda dan tua, sehingga daun berlubang.
  3. Serangan larva instar muda menyebabkan bercak-bercak putih pada daun, karena yang tertinggal hanya epidermis dan tulang daun.
  4. Pada serangan berat oleh larva yang lebih besar, maka daun hanya tersisa tulang-tulang daun dan tanaman gundul.

Penanganan dan Pencegahan

Beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk pengendalian hama ulat jengkal C.chalcites:

  1. Pengaturan pola tanam yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kurang menguntungkan bagi hama untuk bertahan hidup, tumbuh, dan bereproduksiPengaturan pola tanam meliputi pergiliran tanaman untuk memutus rantai pakan hama, waktu tanam untuk menghindarkan masa kritis tanaman dari serangan hama, dan tanam serentak agar tidak terjadi tumpang tindih generasi hama
  2. Pemanfaatan musuh alami dapat berperan sebagai parasitoid seperti Copidosoma floridanum, Apanteles sp., Microplitis sp., Tachinidae dan Braconidae, Meteorus autographae, Copidosoma truncatellum. Musuh alami sebagai predator Lebia analis, Geocoris spp., Reduviolus dan Tropiconabis
  3. Pengendalian fisik dan mekanis merupakan cara yang langsung mematikan serangga, mengganggu fisiologi serangga dengan cara yang berbeda dengan pestisida, atau merubah lingkungan menjadi tidak menguntungkan bagi serangga hama.
  4. Penggunaan varietas tahan merupakan cara yang paling efektif, ekonomis, dan aman bagi lingkungan
  5. Penggunaan pestisida seperti mamectin benzoate dan Spinosad untuk mengendalikan ulat jengkal

 

-------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

http://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id/blog/hama-ulat-jengkal-pada-kacang-tanah


Inayati A, Marwoto. 2011. Ulat Jengkal pada Kedelai. Bul Palawija 22: 63-70


Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.