A-Z Hama Tanaman

Phyllocnistis Citrella Stainton (Ulat Peliang Daun atau Penggerek Daun Jeruk)

Salah satu hama utama di ekosistem pertanaman jeruk adalah serangga Phyllocnistis Citrella Staint (Lepidotera: Gracilariidae) atau penggerek daun jeruk (PDJ) atau Ulat Peliang Daun. Tanaman yang banyak terserang, populasi banyak ditemukan pada daun-daun muda di pembibitan atau pada tunas-tunas.

Daun jeruk yang terserang tampak seperti garis putih berkelok-kelok. Fase atau stadia dari serangga hama ini yang melakukan serangan adalah fase larva atau ulat. Fase larva yang menyerang daun tersebut membuat terowongan di dalam jaringan daun sehingga tidak dapat terjangkau oleh pestisida karena terlindung di dalam jaringan daun tersebut.

Hama ulat peliang daun menyerang daun-daun jeruk pada musim kemarau. Hama ini terdapat di daerah sentra produksi jeruk di Indonesia dan Asia Tenggara, serta Afrika Selatan. Tanaman inang lain dari hama ulat peliang daun (selain jeruk), yaitu anggur, kemuning (Murraya sp.), dan tanaman yang termasuk kelompok Rutaceae.

Gejala

Gejala serangan yang berat dan berlanjut merupkan gejala yang paling mudah dilihat, yaitu berupa daun tampak mengkerut, menggulung atau keriting. Sedangkan gejala yang khas adalah berupa pada daun terdapat bekas aktivitas makan dari serangga hama in. Bekas aktivitas makan tersebut memberikan tanda berupa warna keperakan, coklat atau hitam, tergantung lamanya bekas ulat-ulat tersebut pada daun tersebut, berupa garis atau jalur-jalur yang berkelok-kelok, sesuai dengan tempat yang dilalui ketika makan.

Kerusakan yang disebabkan oleh hama ini dapat mencapai 67,7%, dan juga dapat menularkan bakteri Xanthomonas citri (Chase) Dowson, yaitu kanker pada tanaman jeruk.

Penanganan dan Pencegahan

Strategi penanganan dan pencegahan dari hama ini, yaitu:

  1. Bercocok tanam/kultur teknis, meliputi cara-cara yang mengarah pada budidaya tanaman sehat, seperti terpenuhinya persyaratan tumbuh (suhu, curah hujan, angin, ketinggian tempat (anah), pengaturan jarak tanam, pemupukuan, dan pengamatan secara teratur 2 minguan.
  2. Secara mekanis dan fisik, dilakukan dengan sanitasi bagian tanaman yang terserang hama dengan cara memotong/memetik bagian tanaman terserang dan memusnahkannya.
  3. Secara kimiawi, dengan menggunakan pestisida selektif dan efektif sesuai rekomendasi, dilakukan secara spot spray pada bagian tanaman yang terserang.

 

--------------------------------------
Disusun Oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Depparaba F, Mamesah D. 2005. POPULASI DAN SERANGAN PENGGEREK DAUN (Phyllocnistis citrella Staint) PADA TANAMAN JERUK DAN ALTERNATIF PENGENDALIANNYA. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 8 (1) : 88-93

http://ditlin.hortikultura.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=115:ulat-peliang-daun&catid=23:jeruk&Itemid=77

Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve