A-Z Hama Tanaman

Ostrinia furnacalis (Pengerek Batang Jagung)

Hama penggerek batang jagung Ostrinia furnacalis (Lepidoptera: Crambidae), merupakan jenis serangga hama utama pada tanaman jagung. Hama ini menyerang bagian daun dan batang tanaman jagung. Siklus hidup serangga hama ini yaitu telur, larva/ulat, pupa, dan imago/serangga dewasa. Serangan berat biasanya disebabkan oleh larva/ulat dari hama ini. Larva O. furnacalis menyebabkan batang menjadi patah sehingga aliran makanan pada tanaman menjadi terhambat.

Akibat infestasi hama O. furnacalis ini, hasil jagung akan berkurang atau hilang antara 20 – 80%. Serangan hama O. furnacalis mulai muncul pada tanaman jagung yang berumur 3-4 minggu setelah tanam. Strategi pengendalian dengan meninjau batas toleransi kepadatan populasi, yaitu berupa satu kelompok telur yang baru menetas pada bagian belakang daun per 30 tanaman. Tanaman inang dari hama O. furnacalis selain jagung yaitu cantel, Panicum viride, bayam dan gulma Blumea lacera.

Gejala

Gejala serangan hama penggerek batang jagung ini, yang dapat diamati, diantaranya pada bagian bawah permukaan daun tanaman jagung, akan ditemukan kelompok telur berwarna putih dan ditutupi oleh bulu-bulu. Selain itu, biasanya pada batang jagung akan tampak retak dan patah akibat dari hasil gerekan ulat/larva hama ini di dalam batang maupun pada ruas batangnya.

Umumnya, pada daun ada tanda garis-garis putih bekas gigitan akibat serangan ulat/larva yang masih muda. Gejala serangan yang parah tampak adanya lubang gerekan pada batang tanaman jagung dan terdapat tepung hasil gerekan berwarna coklat. Akibatnya, batang tanaman jagung retak dan patah, sehingga tanaman jagung menjadi mati.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan dan pencegahan yang bisa dilakukan terhadap serangan hama penggerek batang jagung O. Furnafcalis, yaitu:

  1. Secara kultur teknis: cara pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan merupakan inangnya, menggunakan waktu tanam yang tepat, melakukan tumpangsari jagung dengan kedelai atan kacang tanah, melakukan pemotongan sebagian bunga jantan, memotong tanaman yang terserang, lalu ditimbun dalam tanah atau diberikan pada hewan ternak.
  2. Pengendalian secara alami: aplikasi musuh alami diantaranya parasitoid Trichogramma spp., yang dapat memarasit telur O. furnacalis. Pengunaan predator Euborellia annulata yang dapat memangsa larva dan pupa O. furnacalis. Untuk mengendalikan larva O. furnacalis, dapat mengaplikasi bakteri Bacillus thuringiensis, cendawan Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae..
  3. Pengendaliansecara non-alami (kimiawi): pengendalian dilakukan sebelum ulat/larva masuk ke dalam batang. Aplikasi pestisida berupa bahan aktif monokrotofos, triazofos, diklhrofos, dan karbofuran efektif untuk menekan serangan hama penggerek batang jagung O. furnacalis.

 

---------------------------------------

Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Ginting TY, Oemry S, Pinem MI. 2014. Uji Efektivitas NUCLEAR POLYHEDROSIS VIRUS (NPV) TERHADAP PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG JAGUNG Ostrinia furnacalis Guenee LEPIIDOPTERA:PYRALIDAE) PADA BERBAGAI INSTAR DI LABORATORIUM. Jurnal Online Agroteknologi. 2(2): 726-734


Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.