A-Z Hama Tanaman

Oryctes Rhinoceros (Kumbang Badak)

Serangga Oryctes rhinoceros L. (Coleoptera: Scarabaeidae) atau dikenal dengan sebutan Kumbang Badak merupakan salah satu hama penting tanaman kelapa dan kelapa sawit. Timbunan bahan organik di sekitar pertanaman dapat mendukung perkembangbiakan hama ini.

Di pertanaman kelapa dengan penutup tanah yang tumbuh baik populasi hama ini lebih rendah. Pada perkebunan kelapa sawit akibat serangan hama kumbang badak ini diketahui semakin serius dengan pemanfaatan tandan kosong pada areal tanaman kelapa sawit sebagai mulsa dan pengganti pupuk non-organik.

Karena, dampak negatif pemanfaatan tandan kosong yaitu sebagai tempat berkembangbiaknya hama kumbang badak O. rhinoceros. Penyebaran geografis dari hama kumbang badak yaitu Asia Tenggara, Indochina, India, Afrika Tengah, Afrika Selatan, dan Pasifik Barat Daya. Tanaman Inang hama ini yaitu berbagai jenis tanaman Famili Palmae, seperti kelapa, kelapa sawit, pinang, sagu, nipah, dan lain-lain.

Gejala

Gejala Serangan hama kumbang badak O. rhinoceros yaitu akibat gerekan imago pada pucuk yang belum membuka, maka kalau daun tersebut membuka akan terlihat seperti adanya guntingan-guntingan berbentuk segitiga pada daun tersebut. Apabila gerekan imago mengenai titik tumbuh maka pohon kelapa tersebut bisa mati.

Penanganan dan Pencegahan

Beberapa strategi penanganan dan pencegahan dari hama kumbang badak O. rhinoceros yaitu:

  1. Sanitasi lingkungan pertanaman: membersihkan sampah-sampah, tunggul-tunggul atau batang kelapa mati yang ter-geletak di permukaan tanah, limbah-limbah padat dari pabrik pengolahan kayu, kopi, kakao, dan tebu.
  2. Aplikasi cendawan patogen serangga seperti Metarrhizium anisopliae, virus Rhab-dionvirus oryctes atau Baculovirus , atau nematoda entomopatogen Heterhorhabditis.
  3. Pelepasan atau konservasi musuh alami; parasitoid Scolia oryctophaga Cog. (Hymenoptera: Scoliidae).
  4. Menanami permukaan tanah di pertanaman kelapa dengan tanaman penutup tanah atau menimbun sampah-sampah dengan tanah.

 

--------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Santi IS, Sumaryo B, Wagiman FX. 2008. Pengaruh Warna Perangkap Feromon Terhadap Hasil Tangkapan Imago Oryctes rhinoceros di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 14 (2): 76-79


Suyanto A, Srimurni E, Djuharyanto T. 2012. Perkembangan Larva Serangga Hama Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros L.) Pada Berbagai Konsentrasi Isolat Nematoda Entomopatogen Heterorhabditis sp. PROSIDING SEMINAR NASIONAL ”Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II”.


Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.