A-Z Hama Tanaman

Myzus Persicae (Kutu daun Persik)

Serangga Myzus persicae (Hemiptera: Aphididae) atau dikenal dengan istilah kutu daun persik, merupakan salah satu jenis hama pada tanaman sayuran. Hama kutu daun persik ini bersifat kosmopolitan dan polifag, diketahui lebih dari 400 jenis tanaman inang. Selain inang utama yaitu kentang dan tomat, tanaman inang lain yaitu tembakau, petsai, kubis, sawi, ketimun, semangka, ubi jalar, terung, buncis, kapri, jagung, jenis kacang-kacangan, bit, tebu dan jeruk.

Daerah penyebaran hama ini sangat luas hampir terdapat di seluruh dunia, sedangkan di Indonesia yang melaporkan adanya serangan hama ini antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara dan Irian Jaya.

Gejala

Gejala serangan hama kutu daun persik ini memiliki dampak langsung serangan hama ini yaitu tanaman menjadi keriput, tumbuh kerdil, warna daun kekuningan, terpuntir, layu lalu mati. Selain itu, hama kutu daun ini merupakan vektor lebih dari 150 strain virus terutama penyakit virus CMV, PVY.

Kutu daun persik Myzus persicae (https://www.cabi.org/isc/datasheet/35642)

Hama kutu daun ini biasanya hidup berkelompok dan berada di bawah permukaan daun, menghisap cairan daun muda dan bagian tanaman yang masih muda (pucuk). Eksudat/cairan yang dikeluarkan hama ini mengandung madu sehingga mendorong tumbuhnya cendawan embun jelaga pada daun yang dapat menghambat proses fotosintesis.

Penanganan dan Pencegahan

Strategi pengendalian dari serangan hama kutu daun ini yaitu:

  1. Kultur teknis: Sanitasi dan pemusnahan gulma dan bagian tanaman yang terserang dengan cara di bakar.
  2. Fisik mekanis: Penggunaan kain kassa / kelambu baik di bedengan pesemaian maupun di lapangan. Selain itu, penggunaan perangkap air berwarna kuning sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m2 dipasang ditengah pertanaman sejak tanaman berumur 2 minggu.
  3. Hayati: pemanfaatan musuh alami parasitoid Aphidius sp., predator kumbang Coccinella transversalis, Menochillus sexmaculata, Chrysopa sp., larva Syrphidae, Harmonia octomaculata, Microphis lineata, Veranius sp. dan patogen Entomophthora sp., Verticillium sp.
  4. Kimiawi: untuk dapat menekan populasi hama, dapat digunakan insektisida yang efektif.
  5. Aplikasi pestisida alami: ekstrak daun sirih hutan (Pipper aduncum)

 

--------------------------------------

Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

http://ditlin.hortikultura.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=66&Itemid=184


Daud A, Rustam R, Laoh JH. 2010. UJI BEBERAPA KONSENTRASI EKSTRAK TEPUNG BUAH SIRIH HUTAN (Pipper aduncum L) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KUTU DAUN PERSIK Myzus pesicae Sulzer (HOMOPTERA: Aphididae) PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.)


https://www.cabi.org/isc/datasheet/35642


Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.