A-Z Hama Tanaman

Lepidosaphes Beckii (Kutu Sisik atau Kutu Perisai)

Serangga Lepidosaphes beckii (Hemiptera: Coccidae) merupakan salah satu contoh organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama pada tanaman jeruk. Hama ini dikenal juga dengan istilah kutu sisik. Selain menyerang tanaman jeruk, hama kutu sisik ini bersifat polifag, sehingga mempunyai tanaman inang yang banyak.

Hama kutu sisik menyukai bagian tanaman yang terlindung, terutama banyak dijumpai di bawah permukaan daun, sepanjang tulang daun. Serangga ini berukuran kecil (sekitar 2-4 mm), tetapi mampu menyebabkan kerusakan dan kerugian yang besar dalam budidaya jeruk. Hal ini disebabkan kemampuan hama kutu sisik untuk menyebara pada bagian-bagian tanaman kemudian menghisap nutrisi tanaman.

Fase yang paling berpotensi untuk menyebabkan kerugian besar adalah saat kutu ini dalam fase nimfa atau anakan, karena terdapatnya crawler. Crawler merupakan bagian tubuh pada fase hidup dari hama kutu sisik L. beckii, yang memiliki kaki dengan ukuran tubuh hanya sekitar 0,2 – 0,3 mm. Ukuran crawler yang sangat kecil membuat kutu sisik dengan mudah disebarkan oleh angin atau hewan lain ke seluruh bagian tanaman atau ke tanaman lain.

Gejala

Hama kutu sisik akan menyerang pada bagian tanaman jeruk: daun, buah dan tangkai.Pada daun tanaman jeruk yang terserang hama kutu sisik ini akan menunjukkan gejala berwarna kuning, terdapat bercak¬-bercak khlorotis dan seringkali gugur.

Pada serangan yang lebih berat akan mengakibatkan ranting dan cabang menjadi kering, serta terjadi retakan¬-retakan pada kulit. Apabila serangan terjadi di sekeliling batang, akan meninggalkan bercak-bercak hijau atau kuning pada kulit buah. Hama kutu sisi menyukai tajuk pohon yang padat, dan serangan yang berat biasanya terjadi pada bagian tengah tajuk pohon.

Penanganan dan Pencegahan

  1. Pengendalian secara bercocok tanam/kultur teknis, meliputi cara-cara yang mengarah pada budidaya tanaman sehat.
  2. Pengendalian mekanis dan fisik, dilakukan dengan membersihkan kebun/ sanitasi terhadap gulma atau dengan menggunakan mulsa jerami di bedengan pembibitan jeruk, serta membunuh langsung serangga yang ditemukan.
  3. Pengendalian kimiawi, dengan menggunakan insektisida selektif dan efektif sesuai rekomendasi, dilakukan secara spot spray pada bagian tanaman yang mengandung kutu.

 

---------------------------------------

Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Alvaintono R, Leksono AS. 2013. Keragaman Serangga Mush Alami Kutu Sisik Lepidosaphes beckii Pada Jeruk Keprok dan Jeruk Manis. Jurnal Biotropika 1 (1): 48-52.


Miller DR, Davidson JA. 2005. Armored Scale Insects of Trees and Shrubs. Cornell Univ. Press, Ithaca, NY. 425 pp.