A-Z Hama Tanaman

Lepidiota Stigma (Hama Uret)

Larva uret Lepidiota stigma FABRICIUS merupakan hama penting yang banyak dijumpai pada lahan pertanian dengan jenis tanah ringan dan berpasir. Stadia yang paling berbahaya dan sangat merugikan adalah larva instar ketiga.

Larva L. stigma berwarna putih kekuningan dan mendekati masa prepupa warnanya menjadi kekuningan. Panjang tubuh larva dewasa sekitar 6-8 cm dengan diameter 1,5 cm. Larva muda yang baru menetas memakan bahan organik yang berada dalam tanah. Dengan bertambahnya umur, larva berpindah menuju daerah perakaran dan memakan akar-akar rerumputan termasuk perakaran tebu bahkan pangkal batang tebu.

Gejala

Gejala awal dari serangan hama uret L. stigma yaitu gejala daun layu dan menguning, layu kering seperti kekurangan air. Pada serangan lanjut tanaman akan mati. Serangan pada tanaman muda dapat menyebabkab kematian tanaman, sehingga perlu penanaman ulang (penyulaman). Serangan pada tananaman dewasa mengakibatkan terjadinya penurunan hasil atau bahkan gagal panen.

Batas ambang kerugian ekonomis akibat serangan hama uret terjadi apabila jumlah populasi sudah mencapai 4-5 ekor per rumpun tebu.

Penanganan dan Pencegahan

Beberapa startegi penanganan dan Pencegahan dari serangan hama uret ini, yaitu:

  1. Pergiliran tanaman dengan cara mengganti tanaman pada masa tertentu dengan jenis tanaman lain yang kurang disukai oleh hama uret, seperti tanaman legumes;
  2. Pengolahan tanah dan penangkapan imago menggunakan light trap serta penggunaan mulsa plastik;
  3. Pemberian mikoriza dapat membantu perakaran tebu lebih tahan terhadap kekeringan. Dengan itu, diharapkan juga lebih toleran terhadap serangan hama uret;
  4. Aplikasi nematoda entomopatogen (NEP), seperti Steinernema spp. NEP mampu membunuh larva hama uret yang ditunjukkan dengan gejala pada larva serangga mengalami perubahan warna larva menjadi coklat caramel;
  5. Aplikasi serbuk biji mimba. Selain digunakan sebagai pestisida nabati, produk olahan dari tanaman mimba juga dapat berfungsi sebagai pupuk;
  6. Secara kimiawi, menggunakan insektisida granulair berbahan aktif BHC, diazinon dan kuinalfos dengan dosis masing-masing 10 gram formulasi per lubang tanam.

 

--------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (http://lampung.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=623:pengendalian-hama-uret-lepidiota-stigma-pada-tanaman-tebu&catid=4:info-aktual&Itemid=5)


Sunarto, D dan Subiyakto. 2018. PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN URET (Lepidiota stigma FABRICIUS) PADA TANAMAN TEBU MENGGUNAKAN MULSA PLASTIK. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri