A-Z Hama Tanaman

Hypothenemus Hampei (Penggerek Buah Kopi)

Serangga Hypothenemus hampei Ferrari (Coleoptera: Scolytidae) merupakan jenis serangga kumbang yang menjadi hama pada buah kopi di seluruh dunia. Hama ini dikenal sebagai hama penggerek buah kopi (PBKo). Laporan pertama kali serangan hama PBKo ini di Indonesia yaitu di perkebunan Lampengan, Jawa Barat pada tahun 1990. Serangan hama PBKo tersebut terjadi akibat masuknya kopi dari Uganda, lalu menyebar ke berbagai sentra produksi kopi.

Hama PBKo perkembangannya dengan metamorfosa sempurna dengan tahapan telur, larva, pupaatau kepompong, dan imago atau serangga dewasa. Hama PBKo betina menggerek ke dalam biji kopi dan bertelur sekitar 30 sampai 50 butir telur. Kemudian, telur menetas menjadi larva yang menggerek buah kopi. Larva menjadi pupa di dalam buah kopi. Imago hama PBKo keluar dari pupa. Hama PBKo yang jantan dan betina akan kawin di dalam buah kopi, kemudian sebagian betina terbang ke buah lain untuk masuk, lalu bertelur lagi.

Gejala

Hama kumbang PBKo akan masuk ke dalam buah kopi dengan cara membuat lubang di sekitar diskus. Hama PBKo ini akan menyerang tanaman kopi dengan buah yang masih muda dan buah yang sudah matang. Jika buah muda yang terserang hama ini, maka dapat menyebabkan buah tidak berkembang, warnanya berubah menjadi kuning kemerahan dan akhirnya gugur. Jika hama PBKo ini menyerang buah kopi yang sudah matang (tua), mengakibatkan biji berlubang sehingga penurunan kualitas dari kopi.

Buah kopi yang cacat akibat berlubang sangat berpengaruh negatif terhadap susunan senyawa kimianya, terutama pada kafein dan gula pereduksi. Buah yang cacat karena lubang merupakan salah satu penyebab utama kerusakan mutu kimia, sedangkan citarasa kopi dipengaruhi oleh kombinasi komponen-komponen senyawa kimia yang terkandung dalam buah kopi tersebut.

Penanganan dan Pencegahan

  1. Pemupukan dilakukan sesuai dengan dosis anjuran, pemangkasan tanaman kopi dan penaungnya, dan petik bubuk dengan memetik semua buah yang sudah terserang PBKo.
  2. Pengendalian fisik dan mekanis dengan menggunakan alat dan komposisi perangkap kumbang betina.
  3. Pemanfaatan parasitoid seperti Cephalonomia stephanoderis dan jamur patogen Beauveria bassiana.
  4. Pestisida nabati, diantaranya, yaitu mimba (Azadirachta indica), kacang babi (Tephrosia), akar tuba (Derris eliptica), tembakau (Nicotiana tabacum), dan babadotan (Ageratum conyzoides).

 

--------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.


Soesanthy F, Randriani E, Syafaruddin. 2016. Evaluasi Tingkat Serangan Penggerak Buah Kopi Hypothenemus hampei (COLEOPTERA: CURCULIONIDAE) Pada Kultivar Kopi Arabika Agk-1. J. TIDP: 167–174