A-Z Hama Tanaman

Helicoverpa Armigera (Penggerek Tongkol Jagung)

Hama penggerek tongkol jagung Helicoverpa armigera Hubner (Lepidoptera: Noctuidea) biasa dijumpai pada pertanaman jagung manis. Siklus hidup dari hama H. armigera ini terdiri dari empat fase yaitu telur, larva atau ulat, pupa, dan imago atau serangga dewasa. Fase larva atau ulat serangga ini menjadi hama yang menyerang lebih dari 60 spesies tanaman budidaya dan tanaman liar, terutama menyerang tanaman inang utamanya yakni jagung.

Telur diletakkan oleh imago betina hama H. armigera pada pucuk tanaman jagung. Jika tongkol jagung sudah mulai kelaur, imago betina tersebut meletakkan telur pada rambut-rambut jagung. Telur yang dihasilkan oleh imago betina hama ini bisa mencapai 700 butir, dan akan menetas menjadi larva.

Larva hama H. armigera ini yang menyerang tanaman jagung dengan cara masuk ke dalam tongkol jagung dan menggerek biji-biji dalam tongkol jagung. Bagian dari biji jagung yang sudah rusak akibat gerekan ulat atau larva H. armigera menjadi hampa, menurunkan kualitas jagung.

Gejala

Gejala serangan hama ini diantaranya ditandai dengan rambut tongkol jagung yang terpotong-potong. Selain itu, terdapat bekas gerekan pada ujung tongkol dan terdapat biji dalam tongkol yang menjadi rusak akibat gerekan hama larva H. armigera ini.

Gejala serangan hama larva penggerek tongkol jagung ini, diawali dengan imago betina yang meletakkan telur pada rambut tongkol jagung. Setelah itu, telur akan menetas dan larva atau ulat keluar menginvasi masuk ke dalam tongkol, menggerek biji yang sedang mengalami perkembangan. Infestasi serangga ini akan menurunkan kualitas dan kuantitas tongkol jagung.

Penanganan dan Pencegahan

Beberapa penanganan dan pencegahan yang efektif untuk mengendalikan hama penggerek tongkol jagung ini yaitu

  1. Pengendalian Hayati atau non-kimiawi: penggunaan musuh alami sebagai agen hayati seperti Trichogramma spp yang merupakan parasitoid telur dan Eriborus argentiopilosa (Ichneumonidae) parasitoid pada larva hama H. armigera ini.
  2. Kultur Teknis: Pengunaan tanah yang telah dikelola atau digemburkan dengan baik, yang bertujuan untuk merusak pupa yang telah terbentuk. Selain itu, dapat mengurani populasi hama penggerek tongkol jagung ini.
  3. Pengendalian secara kimiawi: aplikasi pestisida dilakukan setelah terbentuknya rambut jagung pada tongkol dan diteruskan 1 – 2 hari berikutnya hingga rambut jagung berwarna coklat. Aplikasi pestisida berbahan aktif dimehipo, monokrotofos, karbofuran, terbukti efektif menekan serangan hama penggerek tongkol jagung.

 

--------------------------------------

Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.


Khasanah N. 2008. PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK TONGKOL JAGUNG Helicoverpa armigera HUBNER. (LEPIDOPTERA : NOCTUIDAE) DENGAN Beauveria bassiana strain lokal PADA PERTANAMAN JAGUNG MANIS DI KABUPATEN DONGGALA. J. Agroland 15 (2) : 106 - 111


Rella D. 2018. Kepadatan Populasi Larva Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera Hubner) Pada Tanaman Jagung di Kenagarian Koto Berapak Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. STKIP PGRI Sumatera Barat.