A-Z Hama Tanaman

Ferrisia Virgata (Kutu Putih)

Serangga Ferrisia virgata (Hemiptera: Pseudococcidae) merupakan serangga polifag atau memiliki banyak inang dan terdapat di daerah tropis. Serangga ini dikenal sebagai salah satu jenis hama kutu putih yang berkembang di daerah tropis dan sub tropis seperti Afrika, Amerika, dan Asia. 

Tanaman lamtoro merupakan inang utama F. virgata di Indonesia, tanaman inang lainnya yaitu tanaman lada, kopi, cokelat dan kakao. Fase pertumbuhan hama kutu putih yang menyerang tanaman adalah fase nymfa dan fase dewasa atau imago yang menyerang tunas, bunga dan buah.

Serangga hama ini juga berperan sebagai penyebar dan penular (vektor) penyakit, adanya interaksi antara virus, serangga dan tanaman menentukan terjadinya penyakit.

Gejala

serangga kutu sengon dan lada

Gambar 1. Serangga dewasa betina (kiri) dan serangga dewasa jantan (kanan) Ferrisia virgata virgata (Sumber: Illa Anggraeni, di dalam Yeni Nuraeni, Illa Anggraeni dan Neo Endra Lelana. Identifikasi hama kutu putih pada bibit sengon (falcataria moluccana (miq.) Barneby and j.w grimes) di persemaian puslitbang kehutanan. Agrologia 5: 48-52)

Kutu putih merupakan hama yang menyerang pada tanaman sengon dipersemaian, gejala serangan daun tanaman menjadi berwarna kuning dan layu, pada daun dan batang terdapat kumpulan serangga berwarna putih. Serangga betina dewasa memiliki ciri-ciri bentuk tubuh oval, memiliki warna kekuningan serta ditutupi oleh serbuk lilin yang berwarna putih, memiliki sepasang filament anal serta tidak bersayap.

Serangga dewasa jantan memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan betinanya karena memiliki sayap serta memiliki bentuk tubuhnya lebih ramping. Serangan hama kutu putih ini dapat mengganggu proses fotosintesis pada daun, karena permukaan daun tertutupi oleh serangga hama tersebut.

Penanganan dan Pencegahan

Startegi penanganan dan pencegahan dalam pengendalian hama kutu putih F. virgata ini yaitu:

  1. Aplikasi musuh alami yaitu predator dari famili Cocclinellidae antara lain Curinus coerulus dan Coccinella repanda. Kutu putih juga mempunyai banyak jenis musuh alami, diantaranya tawon parasitoid, kumbang kubah, lalat jala dan jamur.
  2. Aplikasi pestisida nabati: ekstrak mimba mampu mengendalikan hama Ferrisia virgata dengan tingkat kematian 29,89% sampai 86,90%.
  3. Aplikasi sistem pengendalian hama terpadu yaitu dengan melakukan survai dan monitoring, manipulasi silvikultur, pengendalian secara mekanik serta pengendalian dengan menggunakan pestisida non kimiawi.

 

-------------------------------------

Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

 

Share

Referensi

Yeni Nuraeni, Illa Anggraeni dan Neo Endra Lelana. IDENTIFIKASI HAMA KUTU PUTIH PADA BIBIT SENGON (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby and J.W Grimes) DI PERSEMAIAN PUSLITBANG KEHUTANAN. Agrologia 5: 48-52


Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.


Gusti Indriati dan Khaerati. 2008. PENGENDALIAN SERANGGA VEKTOR Ferrisia virgata PADA TANAMAN LADA DENGAN PESTISIDA NABATI. Bulletin RISTRI 1: 101-104