A-Z Hama Tanaman

Cylas Formicarius (Hama Boleng)

Salah satu hama utama pada ubi jalar yaitu hama boleng atau dengan nama ilmiah Cylas formicarius (Coleoptera: Curculionidae). Hama boleng ini menjadi hama utama pada ubi jalar di seluruh dunia, yang tersebar luas di Amerika Utara, Amerika Tengah, Eropa, Afrika, dan Asia. Kerusakan hasil bisa mencapai 100% apabila pertanaman ubi jalar diserang hama ini.

Larva hama boleng merupakan stadia yang paling merusak ketika menyerang tanaman ubi jalar. Larva akan berkembang biak di dalam umbi dan memakan umbi dengan membuat liang-liang gerekan sehingga menyebabkan umbi menjadi pahit. Hal tersebut menyebabkan produksi umbi menjadi menurun.

Gejala

Gejala serangan hama boleng ini yang mudah teramati yaitu terdapat lubang pada umbi yang terserang akibat gerekan larva. Selain itu, serangga dewasa hama ini juga membuat lubang lain untuk meletakkan telur. Setelah telur menetas, biasanya larva langsung menggerek ke dalam daging umbi dan membuat liang-liang gerekan, sehingga menyebabkan ubi akan terasa pahit.

Penanganan dan Pencegahan

Beberapa cara pengendalian terhadap hama ini, yaitu:

  1. Penanaman dilakukan pada awal musim kemarau (salah satu strategi mengatur waktu tanam)
  2. Penggenanga lahan
  3. Menggunakan varietas yang dapat membuat pertumbuhan tanaman agak masuk ke dalam tanh
  4. Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang

 

---------------------------------------- 

Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Kasumbogo Untung. 2010. Diktat Dasar-dasar Ilmu Hama Tanaman. Jurusan Hama dan Penyakit TumbuhanFakultas Pertanian UGM, Yogyakarta.

 

Pathak MD, Khan ZR. 1994. Insect Pest of Rice. Los Banos: International Rice Research Institute

 

Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.

 

Marida Santi Yudha Ika Bayu, Yusmani Prayogo. 2016. Pengendalian hama penggerek ubi jalar Cylas formicarius (Fabricus) (Coleoptera: Curculionidae) menggunakan cendawan entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin. Jurnal Entomologi Indonesia