A-Z Hama Tanaman

Anoplocnemis Phasiana (Kepik Penghisap)

Serangga kepik Anoplocnemis phasiana merupakan salah satu jenis organisme pengganggu tanaman (OPT atau hama pada tanaman kacang-kacangan). Kepik ini memiliki panjang tubuh sekitar18–27 mm, berwarna coklat tua.

Serangga kepik A. phasiana bersifat omnivora dan mengalami metamorfosa tidak sempurna, dan mengalami pergantian kulit berkali-kali. Kepik tersebut merusak tanaman dengan cara mengisap cairan pada jaringan tanaman, sehingga menyebabkan jaringan tanaman tersebut rusak dan mengering.

Sumber serangan dan cara penyebaran dari hama kepik ini yaitu akibat terbawa oleh benih tanaman lain di sekitar pertanaman. Selain itu, terdapat faktor yang mempengaruhi perkembangan populasi, yaitu keberadaan inang lain terutama tanaman mangkokan dan tanaman lain dari famili Leguminase dan Convolvulaceae di sekitar pertanaman Polyscias.

Gejala

Serangan yang terjadi pada tanaman oleh kepik dewasa dan nimfa memakan daun tanaman terutama daun muda dengan cara menghisap, menyebabkan gejala bercak nekrotik pada daun, kalau menyerang ranting muda maka ranting akan mati.

Penanganan dan Pencegahan

Beberapa cara penanganan dan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengendalikan serangan kepik A. phasiana yaitu diantaranya aplikasi budidaya tanaman atau penggunaan praktek agronomi, seperti pengolahan tanah dengan baik, varietas resisten, rotasi tanaman; secara mekanik, seperti penghancuran dengan tangan, pencegahan dengan tirai atau pembatas; secara biologi, seperti penggunaan musuh alami; secara kimiawi, yaitu aplikasi pestisida secara efekstif dan efisien.

 

-------------------------------------
Disusun oleh : Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

http://ditlin.hortikultura.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=196&Itemid=258


BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN PUSAT PELATIHAN PERTANIAN. 2015. Petunjuk lapangan PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) TANAMAN KEDELAI.


Kalshoven LGE. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.