A-Z Budidaya

Vanili (Vanilla planifolia)

Vanili bernama ilmiah Vanilla planifolia, termasuk kedalam family Orchidaceae (bangsa anggrek). Tanaman vanili dikenal pertama kali oleh orang-orang Indian di Meksiko, yang merupakan negara asal tanaman tersebut. Sekitar abad ke-18, tanaman ini masuk ke Indonesia, dibawa oleh seorang ahli botani asal Belanda bernama Marchal. Ia membawa bibit vanili dari kebun botani Antweper Belanda kemudian untuk ditanam pertama kali di Kebun Raya Bogor.

Tanaman vanili memiliki arti ekonomis karena bubuk vanili yang dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong, biasa dijadikan pengharum makanan dengan aroma yang wangi. Aroma tersebut akan meningkat lagi setelah mengalami proses fermentasi. Selain itu, bubuk vanili tersebut menjadi kelompok penyedap rasa termahal di dunia. Karena itu vanili mendapat julukan sebagai emas hijau.

Morfologi & Sebaran

Agar bentuh buah vanili bisa terbentuk, maka tanaman ini harus dibantu penyerbukannya oleh manusia. Artinya, tanaman vanili tidak dapat melakukan penyerbukannya sendiri. Oleh sebab itu, kemampuan yang trampil dalam melakukan penyerbukan dan waktu panen yang tepat sangat krusial untuk meningkatkan produksi dan mutu buah.

Tanaman vanili mempunyai daerah distribusi yang luas dan hampir bisa ditemukan di seluruh dunia, mulai dari wilayah tropis sampai subtropis, seperti Amerika, Asia, Papua Nugini, dan Afrika Barat.

Varietas atau Jenis-jenis Tanaman

Diketahui ada 3 jenis vanili di dunia, diantaranya yaitu Vanilla planifolia Andrews, yaitu vanili terbaik dan paling banyak ditanam di dunia, Vanilla tahitensis JW.Moore, yaitu jenis terkecil serta banyak terdapat di Tahiti dan Karibia, dan Vanilla pompano Scheide, yang banyak ditemukan di Amerika Tengah, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Di Indonesia, jenis Vanilla planifolia yang banyak ditemukan dan dikenal dengan nama komersial sebagai Madagascar Bourbon Vanilla. Bahkan diektahui juga pulau Jawa menjadi pusat tanaman vanili untuk jenis V. planifolia ini dan banyak diekspor ke seluruh dunia, sehingga vanili asal Indonesia dikenal dengan sebutan Java Vanilla Beans.

Syarat Tumbuh

Iklim

Vanili dapat hidup di iklim tropis, curah hujan 1000-3000 mm/tahun, ketinggian 800-1200 mdpl, suhu udara optimal 20o C-25o C, dan kelembaban udara sekitar 60%-80%

Tanah

Jenis tanah yang cocok untuk ditanami vanili adalah tanah yang bertekstur lempung, berhumus, dan lempung berpasir dengan tingkat keasaman netral hingga agak masam pH 5-7. Selain itu, untuk menanam vanili sebaiknya pada tanah yang datar dan tidak ada genangan air.

Pembenihan/Pembibitan

Penyediaan bibit dapat menggunakan bibit generatif (biji yang unggul) dan vegetatif (stek). Namun, biasanya untuk perbanyakan tanaman vanili mengunakan bibit hasil stek, yang diambil dari induk yang subur, sehat, berdaun lebar, ruas-ruas batangnya rapat, lingkar batang besar dan belum pernah berbunga atau berbuah. Pemotongan stek sebaiknya dilakukan pada awam musim hujan.

Metode pembenihan/pembibitan

Pertama, bibit stek vanili dibersihkan lalu dimasukkan ke dalam wadah untuk direndam dalam air bersih. Selanjutnya, tambahkan pupuk cair agar proses pembibitan berlangsung cepat. Terakhir, bibit berhasil jika bagian atas stek muncul daun-daun tunas yang mengarah ke bagian bawah stek yang direndam.

Penanaman

Waktu dan musim tanam vanili biasanya dilakukan pada musim penghujan yakni sebelum hujan turun dengan lebat. Karena bila dilakukan penanaman setelah hujan turun umum bibit stek yang akan ditanam mengalami kebusukan.

Metode Penanaman

Pertama, melakukan pembukaan lahan pada awal musim hujan dan menyiapkan tanah galian yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Lalu, menanam tanaman pelindung pada tempat penanaman vanili.

Tanaman vanili dalam proses penyerbukannya memerlukan bantuan manusia dan dilakukan pada saat bunga mekar. Waktu yang ideal untuk penyerbukan adalah antara pukul 07.00-10.00. Setelah pukul 12 siang bunga sudah mulai layu dan penyebukan kurang berhasil. Apabila penyerbukan berhasil, maka buah siap dipanen setelah 8-9 bulan. Tanaman vanili berbunga setahun sekali di awal musim hujan. Selanjutnya, buah vanili harus dipelihara hanya 8-15 buah per tandan dan buah yang tidak tumbuh baik sebaiknya dipangkas. 

Perawatan & Pengairan

Perawatan yang dilakukan berupa penyulaman yang dilakukan setelah 2-3 minggu dari waktu tanam dan saat tanaman rusak, penyiangan agar tanaman terhidar dari hama dan penyakit, pengaturan penjalaran, pemupukan, penggemburan tanah yang dilakukan pada awal dan musim hujan, serta pengairan dengan menggunakan air bersih dan tidak berlumpur, yang akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Pemupukan

Pemupukan yang digunakan untuk menyuburkan tanaman vanili yaitu pupuk kandang, pupuk hijau, urea, KCl, TSP, CaCO3, dan MgSO4.

Hama & Penyakit

Hama penting pada tanaman vanili yaitu bekicot, belalang pedang, penggerek batang, ulat bulu jambu, dan ulat geni. Sedangkan penyakit penitng pada tanaman vanili yaitu busuk akar, busuk batang, busuk buah, busuk pangkal batang, antraknosa, penyakit pascapanen, bercak coklat pada batang dan bercak coklat pada buah.

Panen & Cara Panen

Masa panen vanili dilakukan apabila penyerbukan berhasil, maka buah siap dipanen yaitu setelah 8-9 bulan setelah proses penyerbukan. Selain itu, masa panen tanaman vanili yaitu 2-3 bulan dan hanya bisa dilakukan 1 kali dalam 1 tahun. Masa panen yang oanjang tersebut karena buah vanili matang tidak bersamaan, baik dalam satu tandan maupun dalam satu kebun.

Cara Panen

Pertama, memilih buah yang benar-benar masak petik dan buah berwarna kuning. Lalu, buah dipetik dengan menggunakan pisau tajam dan dimulai dari buah terbawah. Selanjutnya, buah disortasi untuk menyeragamkan lama pengeringan. Terakhir, buah yang telah dipilih dilakukan proses pengolahan buah dan selanjutnya dikemas untuk di distribusikan.

 

--------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Henuhili V. 2004. Budidaya Tanaman Vanili. Jurdik Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universita Negeri Yogyakarta.

 

Suarsana IN, Kumbara AANA, Satriawan IK. 2015. Teknologi Tepat Guna Panduan Praktis Tanaman Sayuran dan Perkebunan. Lembaga Penelitian dan Pengabidia Kepada Masyarakat, Universitas Udayana.

 

http://www.vanili-indonesia.com/index.php/budidaya/28-pengendalian-hama-dan-penyakit-vanili