A-Z Budidaya

Ubi Kayu (Manihot esculenta)

ubi kayu, singkong

(Pixabay)

Ubi kayu sejak dahulu dikenal berada di bagian tropika Amerika Selatan, tetapi kini taburannya hampir di semua kawasan tropika di seluruh dunia. Selain memiliki nama latin Manihot esculenta, di Indonesia Ubi Kayu dikenal dengan nama ubi benggala ubi belanda dan cassava (bahasa Inggeris), atau familiar disebut singkong. Masih banyak lagi sebutan Ubi Kayu yang sesuai dengan merujuk menggunakan nama-nama tempat asalnya, seperti di mandioca, aipim, atau macaxeira atau yang sangat dikenal di tempat asalnya di Indonesia yakni bernama singkong.

Ubi Kayu dan Varietasnya Di Indonesia

Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta) adalah salah satu jenis tanaman yang banyak tumbuh di daerah sub tropis dan tergolong sebagai tumbuhan tropika dan subtropika. Ubi kayu juga masuk dalam keluarga Euphorbiaceae, atau terkenal sebagai sumber utama karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Di Indonesia, ada beberapa varietas ubi kayu diantaranya, pertama adalah ubi kayu sesuai pangan: Adira 1, Malang 1, Malang 2, Darul Hidayah. Kemudian varietas ubi kayu yang sesuai dengan industry Adira 2, Adira 4, UJ-3, UJ-5, Malang 4, Malang 6.

Vitamin & Sebaran

Melakukan budidaya singkong, tidak serumit yang anda bayangkan. Karena, singkong yang telah di direndam di Tanam dan memucat Lambat 3 hari, jika Lebih Dari 3 hari bibit singkong Sudah Tumbuh tuna Dan akarnya. Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek ketela pohon, kemudian tanamlah sedalam 5-10 cm atau kurang lebih 1/3 bagian stek tertimbun tanah. Tapi masih ada vitamin yang baik yang sangat bisa dikonsumsi oleh manusia.

  • Vitamin

Berikut perawatan yang tepat dengan memlihara singkong menggunakan kandungan vitamin tertinggi ubi kayu adalah Folat (vitamin B9) 27 mg, Vitamin C 20,6 mg, dan Vitamin K 1,9 mg. Selebihnya adalah Niacin 0.854 mg, Pyridoxine 0.088 mg, Riboflavin 0.048 mg, Thiamin 0,087 mg, Vitamin A 13 IU <, dan Vitamin E 0,19 mg.
Selain itu, kadungan Sodium 14 mg, Kalium 271 mg, Kalsium 16 mg 1,6, Zat Besi 0,27 mg, Magnesium 21 mg, Mangan 0,383 mg, Fosfor 27 mg, dan Zinc 0.34 mg.

  • Penyebaran Budidaya Ubi Kayu di tanah Air

Hampir di setiap daerah di Indonesia dapat ditanami singkong . Daerah sentra penghasil singkong atau ubi kayu di Indonesia yang dikunjungi di wilayah Bali dan Probolinggo, Jawa Timur. Karena termasuk tanaman tropis, pemenuhan permintaan singkong di Indonesia masih penting. Sebab singkong adalah sebagai pengganti beras yang paling efektif.

Pada Januari 2012 total impor singkong dari Indonesia ke mananegara mencapai 2.000.000 ton. Daritahun 2013 hingga tahun 2017 rata-rata 500.000 ton dan tahun 2018 diperkirakan mencapai 400.000 ton hingga 500.000 ton.

Budidaya/penanaman Ubi Kayu (Singkong)

  1. Untuk mudah membudidaya singkong, caranya adalah dengan menggunakan bibit singkong yang telah di rendam dan mengeluarkan kecambah atau bibit daun dan segera di tanam di tanah paling lambat 3 hari. Jika lebih dari 3 hari bibit singkong sudah tumbuh tunas dan akarnya. Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek ketela pohon, kemudian tanamlah sedalam 5-10 cm atau kurang lebih 1/3 bagian stek tertimbun tanah.
  2. Untuk menanam singkong yang baik dan benar, anda arus perhatikan bebrapa peraturan dari kami agar tanaman kesayangan anda dapat tetap hidup dengan subur. Berikut ketentuannya; Memiliki struktur tanah remah, gembur, tidak terlalu Iiat dan tidak terlalu poros, selain itu tanah juga harus kaya akan bahan organik. Tanah dengan struktur remah / gembut mempunyai sirkulasi udara yang baik, unsur hara Iebih mudah tersedia dan tentunya mudah diolah.
  3. Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman singkong yaitu jenis aluvial Iatosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol.
  4. Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4,5 8,0 dengan pH ideal 5,8. Rata-rata tanah di Indonesia memiliki pH rendah (asam), yakni berkisar antara 4,05,5, sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman singkong.
  5. Menlakukan pengukuran PH tanah dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan atau cairan pH tester. Hal ini dilakukan untuk menganalisa jenis tanah pada sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara dan bahan organik yang terkandung dalam tanah.
  6. Penetapan jadwal atau waktu tanam sangat mempengarui keberhasilan panen. Oleh karena itu perlu diperhitungkan dengan asumsi waktu tanam bersamaan dengan tanaman lainnya (tumpang sari), sehingga sekaligus dapat memproduksi beberapa variasi tanaman sejenis.
  7. Luas area penanaman harus disesuaikan dengan modal dan kebutuhan setiap penanam singkong. Pengaturan volume produksi penting juga diperhitungkan karena berkaitan erat dengan perkiraan saat panen.
  8. Perhitungan dengan asumsi waktu tanam bersamaan dengan tanaman lainnya (tumpang sari), sehingga sekaligus dapat memproduksi beberapa variasi tanaman sejenis.
  9. Luas area penanaman harus disesuaikan dengan modal dan kebutuhan setiap petani singkong.
  10. Teknik penanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi.
  11. Karena beberapa jenis singkong tajuk pohonnya Iebar dan ada yang bertajuk sempit. Karena itu, idealnya, saat sudah dewasa, tajuk pohon singkong tidak boleh berhimpitan, tetapi juga tak boleh menyisakan ruang. agar hasil optimal.
  12. Kesuburan tanah juga berpengaruh pada jarak tanam yang ideal. Makin subur tanah, maka makin Iebar pula jarak tanamnya. Pada tanah yang sangat subur. Alangkah baiknya terlebih dahulu anda menyimak jarak tanam ideal untuk beberapa jenis singkong.
  13. Sebelum bibit ditanam disarankan agar bibit direndarr terlebih dahulu dengan pupuk hayati SOT HCS yang telah dicampur dengan air selama 3-4jam. Setelah itl baru dilakukan penanaman di lahan, hal ini sangat bagus untuk pertumbuhan dari bibit.

Waspada Hama Ubi Kayu

Pada tanaman ubi kayu tak jarang diserang oleh hama tanaman. Dengan demikian, harus diperhatikan berikut apa saja yang merupakan jenis hama tanaman pada ubi kayu atau singkong. Budidaya ubi kayu terbilang mudah dan bagaikan tongkat kayu yang di lempar sudah jadi tanaman. Tetapi ingat, karena akan tetap ada yang menjadi masalah atau penghambat dalam pembudidayaan tanaman ini, yaitu masalah hama dan penyakit.

Berikut adalah macam macam hama dan penyakitpada tanaman ubi kayu serta cara pengendaliannya :

1. Hama kutu putih pada ubi kayu

Salah satu serangga yang berperan sebagai hama penting dalam kegiatan budi daya ubi kayu kutu putih. Serangan kutu putih pada musim kering menyebabkan terjadinya gagal panen. Kutu putih menyerang dengan cara menghisap cairan pada bagian daun dan pucuk tanaman.

Gejala yang timbul akibat serangan tersebut adalah daun mengkerut dan pucuk mengerdil hingga menyerupai bunga atau disebut bunchy tops. Serangan berat dapat menyebabkan defoliasi, akan tetapi gejala tersebut sangat jarang terjadi karena ubi kayu dapat bertunas kembali dengan cepat. Serangan kutu putih pada batang mengakibatkan terjadinya distorsi.
Beberapa teknik pengendalian hama kutu putih yang telah dilakukan adalah:

  • Pengendalian biologi menggunakan musuh alami (parasitoid: Anagyrus lopezi)
  • Pengendalian dengan bahan kimia organik (ekstrak akar ubi kayu; minyak mimba)
  • Menggunakan varietas tahan.
  • Pengendalian dengan kultur teknik

2. Babi dan binatang ternak

Untuk daerah bukaan baru yang dekat dengan hutan, babi merupakan hama perusak yang berat dengan menggusur gusur tanah dan ubi nya, penanggulangan adalah dengan cara pemasangan jerat atau di buru. Adapun untuk ternak piaraan untuk pengendaliannya adalah dengan dikandangkan.

3. Penyakit jamur akar putih

Tanda – tanda tanaman singkong yang terserang jamur akar putih antara lain:pertumbuhan tanaman merana, daun kuning dan berguguran, pertumbuhan vegetatifnya relatif berhenti, dan disekitar pangkal batang terdapat benang-benang putih yang merupakan miselium jamur akar putih. Ketika dicabut ada umbi yang mulai membusuk. Dengan demikian untuk penanaman ubi kayu yang menggunakan pupuk organik hendaknya dicampur dengan Trichokompos dengan jumlah yang cukup, dan harus menggunakan pupuk organik yang sudah matang sempurna.

4. Penyakit hawar bakteri

Gejala pada daun ada bercak: kebasah-basahan, bentuknya tidak teratur, bersudut-sudut (angular), dikelilingi oleh daerah hijau tua. Gejala meluas dengan cepat dan warna bercak menjadi coklat muda, mengeriput, dan menyebabkan daun layu.

Seterunya seluruh daun layu dan rontok. Bakteri menyebar dari suatu tempat ke tempat lain terutama karena terbawa dalam stek yang terinfeksi. Dengan stek ini bakteri terbawa dari musim ke musim. Bakteri jamur ini dapat terbawa oleh tanah dengan penggarapan tanah, diperkirakan infeksi lewat tanah kurang memegang peran.

Pengendalian penyakit

  • Menggunakan varitas yang tahan terhadap penyakit
  • Proses stek yang digunakan diambil dari tanaman yang sehat dan tidak terinfeksi bakteri
  • Melakukan rotasi pergiliran tanaman
  • Perawatan dengan pemangkasan tanaman yang terserang

5. Gejala bercak coklat

Gejala yang timbul adalah : Bercak tampak jelas pada kedua sisi daun. Pada sisi atas bercak tampak coklat merata dengan tepi gelap yang jelas. Pada sisi bawah daun tepi bercak kurang jelas dan di tengah bercak coklat terdapat warna keabu-abuan.

Menurut data Kementerian Pertanian (Kementan), mengungkapkan luas lahan singkong di tahun 2015 mencapai 1,016 juta hektare (ha), lalu di tahun 2016 mencapai 822.000 ha, dan semakin menyusut di tahun 2017 menjadi seluas 772.000 ha. Produksi singkong juga turut menyusut dari 20 juta ton di tahun 2016 menjadi 19 juta ton di tahun 2017.

Pemanenan

Ketela pohon dapat dipanen pada saat pertubuhan daun bawah mulai berkurang. Warna daun mulai mengunnig dan banyak yang rontok. Selain, umur panen tenaman ketela pohon mencapai 6-8 bulan untuk varietas genjah dan 9-12 bulan untuk varietas dalam. Ubi kayu dipanen dengan cara mencabut batangnya dan umbi yang diambil dengan cangkul atau tanah.

Hasil panen dikumpulkan di lokasi yang cukup strategis, aman dan mudah diperoleh angkutan. Penyortiran dapat dilakukan pada saat pencabutan berlangsung. Akan tetapi penyortiran umbi ketela pohon dapat dilakukan seteah pohon dicabut dan ditampung dalam suatu tempat. Kemudian yang paling penting dalam penyortiran adalah penyortiran dilakukan untuk memilih umbi yang terlihat bersih dari kulit umbi yang segar dan terlihat lebih besar dari ukuran umbi dan bercak hitam atau garis-garis pada daging umbi. 

 

---------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Sundari T.2010. Materi Pelatihan Agribisnis bagi KMPH. Pengenalan Varietas Unggul dan Teknik Budidaya Ubi Kayu. Balai Penelitian Kacang Kacangan dan Umbi Umbian, Malang.

 

Rukmana R. 1997. Ubi Kayu, Budidaya dan Pascapanen. Yogyakarta: Kanisius.

 

http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/publikasi/monograf/pedoman-budi-daya-ubi-kayu-di-indonesia-2016/