A-Z Budidaya

Ubi Jalar (Ipomoea. batatas.L)

budidaya ubi jalar

Tanaman Ubi jalar (Ipomoea. batatas.L) adalah aman dikonsumsi manusia dan berperan dalam tubuh sebagai karbohidrat utama setelah padi, jagung dan ubi jalar (singkong). Ubi jalar termasuk tanaman yang memiliki varian yang sangat tinggi. Faktor genetik dan lingkungan berpengaruh terhadap fenotipnya.

Varian baru dari ubi jalar bisa cepat terjadi jika dilakukan dengan Transplantasi. Variasi I. batatas.L dari enam varietas yaitu: Ace, Jegros, Merketek, Naruto, Bogor dan Sembowo asal Magelang yang ditransplantasi di Karanganyar.

Morfologi

Pengamatan morfologi meliputi bentuk dan warna, batang, daun, akar, bunga, dan dideskripsikan dari masing-masing varietas. Data morfologi diataranya; panjang, lebar daun dan diameter bunga, yang disajikan dalam bentuk data morfometri berupa diagram batang dan dianalisis dengan Anova atau Analysis of variance.

Hasil Analysis of variance dan penelitian menunjukkan bahwa keenam varietas I .batatas.L mempunyai karakter morfologi yang bervariasi, warna batang dan warna akar hijau atau ungu, bentuk daun jantung dengan tepi rata atau lekuk dangkal ada yang menjari lima atau tujuh, warna tangkai daun bagian ujung ada yang hijau atau ungu bagian pangkal atau seluruh tangkai bervariasi dari hijau sampai ungu.

Syarat Tumbuh

Tanaman ubi jalar sangat cocok dengan struktur tanah yang gembur untuk pembentukan dan perkembangan umbi. Pada tanah yang berat, perlu ditambahkan pupuk organik. Tanaman in juga baik untuk tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1500 m dpl dengan suhu rata antara 25o-27oC, tetapi beberapa varietas dapat tumbuh pada ketinggian di atas 1500 m dengan curah hujan berkisar <500 mm -5000 mm/th.

Pembibitan

Penyiapan bibit berasal dari stek sehat, diameter stek antara 2-3 cm dan umurnya seragam, pada saat memotong stek, diusahakan kulit batang tidak terkelupas supaya tidak mudah kering dan daya tumbuhnya baik.

Stek diambil dari batang bagian tengah tanaman ubi jalar yang berumur 8-12 bulan. Batang dapat digunakan sebagai stek apabila masa penyimpanannya kurang dari 30 hari setelah panen. Pada beberapa kultivar, seperti Rayong 3 dan Rayong 90, masa simpan stek selama 15 hari setelah panen.

Penyimpanan stek yang baik adalah dengan cara posisi batang tegak, disimpan di bawah naungan. Panjang stek optimum adalah 20-25 cm, dengan jumlah mata tunas paling sedikit 10 mata. Sebelum tanam, stek dapat diperlakukan dengan insektisida dan fungisida untuk mencegah serangan hama dan penyakit.

Budidaya

Budidaya ubi jalar akan lebih baik dilakukan di musim kemarau, di lahan gembur. Penggemburan biasa dilakukan dengan pembajakan atau dicangkul. Proses pembajakan atau cangkul cukup dilakukan satu kali, kemudian diratakan dan dapat langsung ditanami.

Untuk kontur dan struktur tanah yang berat penggemburan dapat dilakukan dengan bajak, dengan cangkul sebagai pendukung, untuk merapkan dan meratakan tanah, membuat bedengan atau guludan. Penggemburan dilakukan sebanyak 2 kalai atau lebih sesuai dengan keadaan perkembangan tanah.

Untuk penanaman pada lahan miring, atau lahan yang peka terhadap erosi, pengolahan tanah harus dikelola dengan sistem konservasi, diantaranya:

  • Pengolahan tanah minimal adalah pengolahan tanah secara larik atau individu. Pengolahan tanah ini efektif untuk mengendalikan erosi, tetapi hasil ubi jalar pada umumnya rendah.
  • Pengolahan tanah sempurna dengan sistem guludan kontur. Tanah dibajak dengan 2 kali atau satu kali yang diikuti dengan pembuatan guludan untuk pengendalian erosi.

Pola Tanam Monokultur

Pola tanam yang baik untuk ubi jalar adalah dengan monokultur, yang umumnya dikembangkan dalam usaha tani komersial atau usaha tani alternatif pada lahan marjinal, di mana komoditas lain tidak produktif atau usaha tani dengan input minimal bagi petani yang modalnya terbatas.

Pola monokultur jarak tanam yang digunakan ada beberapa macam, diantaranya :

  1. 1 m x 1 m (10.000 tanaman/ha), kumpulan Informasi Teknologi (KIT) Budidaya Tanaman Umbi-umbian .
  2. 1 m x 0,8 m (12.500 tanaman/ha), 3. 1 m x 0,75 m (13.333 tanaman/ha), 4. 1 m x 0,5 m (20.000 tanaman/ha), 5. 0,8 m x 0,7 m (17.850 tanaman/ha), dan 6. 1 m x 0,7 m (14.285 tanaman/ha).

Pemilihan jarak tanam ini tergantung dari jenis varietas yang digunakan dan tingkat kesuburan tanah. Untuk tanah-tanah yang subur digunakan jarak tanam 1 m x 1m; 1 m x 0,8 m; 1 m x 0,75 m maupun 1 m x 0,7 m. Sedangkan untuk tanah-tanah miskin digunakan jarak tanam rapat yaitu 1 m x 0,5 m, 0,8 m x 0,7 m.

Pola Tanam Tumpangsari

Pola tumpangsari cocok untuk budidaya ubi jalar di berlahan sempit. Pola tumpangsari dilakukan dengan mengatur jarak tanam ubi jalar sedemikian rupa sehingga ruang diantara barisan ubi jalar dapat ditanami dengan tanaman lain (kacang-kacangan, jagung maupun padi gogo). 
Pengaturan jarak tanam ubi jalar diistilahkan dengan double row (baris ganda). Ada beberapa pengaturan baris ganda pada ubi jalar, diantaranya jarak tanam baris ganda 2,6 m.

Pada baris ganda 2,6 m ini, tanaman ubi jalar ditanam dengan jarak tanam 0,6 m x 0,7 m x 2,6 m. Dimana 0,6 m merupakan jarak antar barisan dan 0,7 m merupakan jarak di dalam barisan, sedangkan 2,6 m merupakan jarak antar baris ganda ubi jalar.

Hama & penyakit

Salah satu hama utama pada ubi jalar yaitu hama boleng atau dengan nama ilmiah Cylas formicarius (Coleoptera: Curculionidae). Hama boleng ini menjadi hama utama pada ubi jalar di seluruh dunia. Larva atau ulat hama boleng merupakan stadia yang paling merusak ketika menyerang tanaman ubi jalar.

Beberapa peneitian menunjukan, bahwa terdapat dua genus jamur yang menyerang pada tanaman ubi jalar ungu, yaitu: Cercospora dan Fusarium. Genus jamur Cercospora ditemukan di tiga desa, khususnya di daerah yang dekat dengan hutan, sedangkan genus jamur Fusarium hanya ditemukan di Kayu Kebek di daerah dekat dengan hutan dan terdapat aktivitas warga.

Panen ubi jalar

Tanaman ubi jalar mempunyai masa panen 3,5-4 bulan. Saat panen, hal yang perlu diperhatikan adalah cuaca saat menjelang panen, atau umur tanaman di atas 3 bulan. Umbi yang siap panen apabila tiba-tiba tertimpa hujan deras biasanya akan membusuk.

Panen dikatakan berhasil jika tiap satu bibit yang ditanam minimal menghasilkan 1 kg umbi. Secara umum, takaran kasar tanaman ubi jalar jika tidak terserang hama akan menghasilkan umbi lebih dari 25 ton per hektar. Ubi jalar varietas tertentu, seperti kalasan bisa menghasilkan hingga 30-40 ton per hektar.

 

--------------------------------------

Disusun Oleh Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Juanda D, Cahyono B.2000. Ubi Jalar, Budi Daya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Penerbit Kanasius.

 

http://bengkulu.litbang.pertanian.go.id/