A-Z Budidaya

Tomat (Lycopersicum esculentum)

tanaman tomat

Secara sistematika, tanaman buah tomat (Lycopersicum esculentum) termasuk kedalam genus Lycopersicon dari family Solanaceae. Tomat memiliki beberapa nama, terong kaluwat (Sumatera), tomat ranti (Jawa), kemantes (Sulawesi) serta tomato (Inggris) dan tomate (Jerman). Tomat merupakan salah satu produk hortikultura dengan kandungan nutrisi tinggi sehingga memiliki prospek pasar yang cukup baik.

Morfologi

Tomat termasuk tanaman setahun (annual) yang berarti umurnya hanya untuk satu kali periode panen. Tomat merupakan tanaman perdu atau semak dengan panjang bisa mencapai 2 meter. Tanaman tomat memiliki habitus berupa herba yang hidup tegak atau bersandar pada tanaman lain, berbau kuat, tinggi 30-90 cm.

Secara morfologi, batang tomat berbentuk bulat, kasar, memiliki trikhoma, rapuh, dan sedikit percabangan. Daun tomat termasuk daun majemuk menyirip gasal berselang-seling dan memiliki trikhoma pada helaian.

Bentuk, warna , rasa, dan tekstur buah tomat sangat beragam. Ada yang bulat, bulat pipih, keriting, atau seperti bola lampu. Warna buah masak bervariasi dari kuning, orange, sanpai merah, tergantung dari jenis pigmen yang dominan. Buah tomat tersusun dalam tandan-tandan. Keseluruhan buahnya berdaging dan banyak mengandung air.

Jenis Buah dan Sebaran Tanaman Tomat

Tomat berdasarkan bentuk buahnya terdiri dari beberapa jenis, diantaranya yaitu tomat biasa (L. commune) banyak ditemui dipasar-pasar; tomat apel atau pir (L. pyriporme) bentuk buahnya bulat dan sedikit keras menyerupai buah apel atau pir; tomat kentang (L. grandifolium) ukuran buahnya lebih besar bila dibandingkan dengan tomat apel; tomat gondol (L. validum) buahnya agak lonjong, teksturnya keras dan berkulit tebal; dan tomat ceri (L. esculentum var cerasiforme) buahnya bulat kecil - kecil sebesar jari kelingking dan rasanya cukup manis.

Tanaman tomat berasal dari Amerika, yaitu daerah Andean yang merupakan bagian dari negara Bolivia, Cili, Colombia, Ekuador, dan Peru. Semula di negara asalnya, tanaman tomat hanya dikenal sebagai tanaman gulma. Dengan perkembangan waktu, tomat mulai ditanam, baik di lapangan maupun di pekarangan rumah, sebagai tanaman yang dibudidayakan atau tanaman yang dikonsumsi.

Di negara tropis seperti Indonesia, tanaman tomat memiliki daerah penyebaran yang cukup luas, yaitu di dataran tinggi (≥ 700 m dpl), dataran medium tinggi (450 - 699 m dpl), dataran medium rendah (200 - 499 m dpl), dan dataran rendah (≤ 199 m dpl).

Syarat Tumbuh

Penanaman tanaman tomat cocok ditanam pada musim kemarau, tapi pengairannya harus cukup. Tanaman tomat tumbuh baik di udara yang sejuk suhu pada antara 10o C –20o C (malam) dan 18o C – 29o C (siang).

Pada prinsipnya tanaman tomat dapat ditanam di berbagai jenis tanah. tanah yang ideal untuk tanaman tomat diantaranya tanah lempung berpasir, gembur, banyak mengandung bahan organik serta unsur hara, dan mudah menyerap air. Untuk komoditas sayuran seperti tomat, pH tanah yang cocok adalah 5,5-7 atau agak asam hingga netral.

Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi, hal ini mempengaruhi ketersediaan hara yang dapat diserap oleh tanaman. Selain itu, kandungan bahan organik dalam tanah menimbulkan adanya aktivitas mikroorganisme dalam tanah, bakteri pengurai, jamur, yang mengundang organisme lainnya seperti cacing, sehingga terbentuk rongga dalam tanah yang dapat menjadi pori udara dan pori air dan ketersediaan air dan udara dalam tanah tercukupi .

Pembenihan/Pembibitan

Saat memulai budidaya tomat, pilihlah varietas tahan dan jenis Hybryda. Untuk penanaman bibit, usahakan pilih bibit yang berdaun 5-6 helai daun untuk dipindahkan ke media tanam utama. Agar mengurangi stress awal, untuk menjaga pertumbuhan dan kelembaban, sebelum dipindahkan bibit perlu disiram rutin pada pagi dan sore hari .

Metode pembibitan tanaman tomat yang biasa dilakukan yaitu menyiapkan media semai berupa campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang kuda (rasio 1:1:1). Benih ditanam kedalam wadah pesemaian dan dipelihara samapai benih berumur 25-30 hari setelah semai.

Penanaman

Persiapan tanam dimulai dengan membersihkan gulma dan sampah tanaman maupun sampah non-tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman yang akan dibudidayakan. Pengelolaan tanaman dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 30 cm lalu lahan dibiarkan selama sekitar 2 minggu agar terkena sinar matahari.

Persiapan tanam itu bertujuan untuk mematikan organisme pengganggu tanaman yang berada dalam tanah karena terkena sinar matahari dan mebuang gas beracun serta mendorong proses dekomposisi.

Musim tanam tomat biasanya dapat dilakukan pada musim kemarau maupun musim hujan. Untuk penanaman pada musim kemarau, sebaiknya mengunakan mulsa plastik hitam perak atau kertas alumunium. Untuk penanaman pada musim hujan sebaiknya bedengan dipasang dahulu atap plastik transparan yang tembus cahaya.

Perawatan tanaman tomat biasanya terdiri dari beberapa tahap, diantaranya yaitu penjarangan dan penyulaman, menggangti tanaman yang rusak atau mati; penyiangan gulma; pembubunan, memperbaiki peredaran udara dalam tanah; serta perempalan, pemangkasan tunas yang tumbuh diketiak daun.

Selain rangkaian perawatan yang intensif itu pengairan juga perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman tomat. Sedangkan untuk pemupukan, utamanya dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman tomat, dengan memberikan pupuk Urea dan KCl (rasio 1:1), dilakukan sekitar 1 minggu setelah tanam.

Hama & Penyakit

Hama penting tanaman tomat diantaranya, Ulat buah tomat (Heliothis armigera Hubner), Kutu daun apish hijau, lalat putih (kutu kabut, kutu kepul), Kutu daun Thrips, Lalat buah, Nematoda bengkak akar, Tungau merah, dan Tungau bercak dua.

Sedangkan penyakit penting tanaman tomat diantaranya, Penyakit layu fusarium, Bercak daun septoria, Penyakit kapang daun, Penyakit bercak coklat, Penyakit busuk daun, Penyakit busuk buah Rhizoctonia, Penyakit layu (Lendir), Kerak bakteri, bercak bakteri, dan Busuk buah antraknosa.

Panen

Buah tomat dipanen 2 - 3 bulan setelah tanam, tergantung pada varietasnya. Ciri buah tomat siap panen diantaranya kulit buah berubah warna dri huijau menjadi kekuningan, bagian tepi daun tua telah mengering, dan batang tanaman menjadi kuning atau kering. Panen dilakukan dengan cara buah tomat dipetik dengan memuntir buah satu per satu hingga tangkai buah terputus. 

 

---------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Hamidi A. Budidaya Tanaman Tomat. http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/13-BUDIDAYATANAMANTOMAT.pdf

 

Mustika S. 30 Desember 2019. Budidaya Tanaman Tomat. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel-/89973/BUDIDAYA-TANAMAN-TOMAT/

 

Purwaningsih AD. 2011. Budidaya Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) var. Lentana di Kebun Benih Hortikultura Bandungan. Tugas Akhir. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

 

Anonim. 1 Juli 2015. Pedoman Teknis Budidaya Tomat. http://distan.jogjaprov.go.id/pedoman-teknis-budidaya-tomat/