A-Z Budidaya

Talas (Colocasia esculenta L.)

Tanaman talas (Colocasia esculenta L. Shott), kelompok tanaman pati-patian ini merupakan salah satu jenis tanaman pangan fungsional. Talas termasuk komoditas umbi-umbian sebagai sumber bahan makanan sehat dan aman. Walau sebagai pangan fungsional, ketersediaan talas masih terbatas. Itu dikarenakan minimnya daya dukung lahan yang mendukung. Kendala umumnya pada padatnya struktur tanah yang mengakibatkan hasil yang diperoleh rendah.

Akar talas yang memiliki sistem perakaran serabut, yang umumnya lebih dangkal dan tersusun oleh sekelompok akar adventif. Untuk batangnya memiliki ukuran pendek dan batang tersebut terbungkus oleh pelepah daun.

Sedangkan untuk daun talas merupakan bagian yang paling menonjol. Tanaman talas memiliki daun lengkap karena adanya pelepah daun, tankai daun dah helai daun. Daun talas termasuk kedalam golongan daun tunggal. Warna daun tentu saja berwarna hijau dengan ukuran 6 sampai 60 cm dan lebar sekitar 7 sampai 53 cm.

Bunga tanaman talas sendiri terbagi menjadi dua bunga betina dan jantan. Bunga betina terletak pada bagian bawah, bunga jantan teletak di bagian atas tanaman. Perbungaannya terdiri atas tongkol, seludang dan tangkai.

Varietas & Persebaran Tanaman Talas

Ada tiga varietas talas Colocasia esculenta: 1. Talas Darat, Talas Bogor (Colocasia esculenta varietas esculenta), 2. Talas Air, Bentul (Colocasia esculenta varietas aquatilis), 3. Colocasia esculenta varietas antiquorum (Kimpul Plecet, Talas Dempel, Satoimo). Tiga varietas talas ini asli dari Asia Tenggara, terutama Jawa.

Tanaman talas asli dari Asia Tenggara atau Asia Tengah bagian selatan, dimana jenis tersebut telah dibudidayakan sebelum padi. Saat ini talas tumbuh di seluruh India Barat, Afrika Barat dan Utara. Di Asia, jenis tersebut ditanam secara luas di China Selatan dan Tengah, sedangkan di India tumbuh tidak begitu meluas.

Tanaman talas dibudidayakan di Bogor dan Malang (Jawa) dan di Bali. Talas sudah dikenal oleh masyarakat pedalaman di Papua. Di Malaysia, talas telah dimanfaatkan lebih dari 2000 tahun dan sekarang ditemukan diseluruh negara. Talas tumbuh diseluruh Filipina, terutama di Visayas bagian timur dan tengah serta daerah Mindanao dan Bikol.

Syarat Tumbuh

a. Iklim

Talas mampu tumbuh dan berkembang baik pada iklim tropis dan sub tropis dan dapat dibudidayakan di lingkungan dengan curah hujan tinggi ataupun curah hujan rendah. Curah hujan yang optimal untuk pertumbuhan talas adalah 175 cm per tahun. Talas membutuhkan penyinaran penuh selama pertumbuhan dengan suhu 25-30 dan kelembaban tinggi.

b. Media tanam (tanah)

Talas dapat tumbuh di berbagai jenis tanah seperti lempung yang bebas air tanah, tanah vulkanik, andosol, dan latosol. Talas tumbuh baik pada tanah dengan drainase baik dengan tingkat keasaman 5,5-6,5. Tanah bergambut juga sesuai untuk pertumbuhan talas asa diberi kapur terlebih dahulu sebanyak 1 ton/Ha.

c. Ketinggian tempat

Talas dapat tumbuh pada ketinggian 0-1300 mdpl. Di indonesia, talas dapat tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian 2000 mdpl. Semakin tinggi ketinggian tempat maka umur panen juga semakin panjang.

Pembenihan/Pembibitan

Pembibitan berasal dari tunas anakan dan daru umbi. Untuk bibit dipilih tunas anakan dari talas dengan berumur 5-7 bulan (tunas kedua dan ketiga). Untuk bbit dari umbi dipilih umbi yang dekat dengan titik tumbuh. Bibit yang berasal dari anakan sebelumnya dipisahkan terlebih dahulu dari indukannya kemudian disimpan di tempat lembab untuk ditanam saat musim tanam. Bibit dari umbi ini diperoleh dengan cara mengiris bagian umbi dengan minimal satu mata tunas. Umbi yang telah diiris dikeringanginkan dan dilapisi abu ketika hendak disemaikan.

Bibit yang berasal dari tunas anakan dapat langsung ditanam di lahan pertanaman. Sedangkan, bibit yang berasal dari umbi harus disemaikan terlebih dahulu hingga memiliki 2-3 helai daun sebelum dapat dipindahkan ke lahan pertanaman.

Penanaman

Lahan tanam yang baik untuk talas sebenarnya disesuaikan dengan jenis talasnya. Namun, demikian ada beberapa kriteria tanah yang berlaku umum untuk menanam talas yaitu tanah harus terpapar sinar matahari langsung minimal 5-6 jam per hari, dekat dengan sumber air, dan tanahnya gembur. Setelah dialukan penanaman supaya maksimal berikan tanaman talas ruang untuk sinar matahari langsung, bersihkan dari pohon atau tanaman yang menghalanginya.

Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan cara meratakan kandungan kandungan tanah dan menjaganya dari tanaman perak. Pada tanaman talas, tanah yang gembur dapat menumbuhkan umbi dengan ukuran besar. Penggemburan dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau mesin bajak modern.

Supaya tumbuh subur dan untuk merangsang pertumbuhan dapat digunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos. Untuk talas, usahakan jangan menggunakan pupuk kimia seperti NKP, ZA, dan TSP. Itu karena dapat mengurangi kualitas rasa pada talas nantinya. Pemupukan dengan pupuk dasar dilakukan dengan cara penaburan pada tanah yang sudah digemburkan secara merata, dimana komosisinya bisa di mixing

Hama & Penyakit

Organisme pengganggu tanaman dapat berasal dari golongan hama, patogen penyakit, dan gulma. Hama dan penyakit yang sering dijumpai dan menyerang tanaman talas yaitu hama Aphis gossypii. Hama Aphis ini merusak tanaman talas dengan cara menghisap cairan yang berada di daun sehingga daun menjadi kering dan sedikit keriting. Untuk penyakit, tanaman talas paling sering terkena penyakit hawar daun dengan gejala terdapat bercak kecil kehitaman dan membesar menjadi hawar. Bagian daun yang terserang menjadi kering dan pada tingkat serangan lebih berat daun akan mengering.

Pemanenan

Masa panen talas membutuhkan waktu antara 4 bulan hingga 1 tahun, tergantung dari jenis talas yang ditanam. Cara panen talas sama dengan umbi lainnya dengan menyingkirkan pohon dan menggali tanah tempat umbi. Jika ingin umbi tidak rusak ada saat panen jangan gunakan cangkul, tapi gunakan garpu sebagai pengungkit untuk mencabut umbi.

 

--------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Anisa Z, Pengnealan Umb talas. https://www.academia.edu/17561180/Ebook_Umbi_Talas


kruf E, Iswadi H. 2015. Kumpulan Informasi Teknologi (KIT) Budidaya Tanaman Umbi-umbian.Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu