A-Z Budidaya

Serai (Cymbopgon citratus)

serai Cymbopgon citratus

Tanaman serai atau sering dikenal dengan sebutan sereh wangi atau sereh dapur merupakan tanaman yang termasuk ke dalam family Gramineae. Tanaman ini banyak ditemukan di Indonesia karena menjadi salah satau jenis bumbu dapur yang umum dibudidayakan.

Jenis serai yang dibudidayakan untuk bumbu masak yakni Cymbopgon citratus atau sering disebut sebagai West Indian Lemongrass. Selain sebagai bumbu masak, serai ini juga biasa dijadikan minuman, wedang serai. Kekurangan sera Cymbopgon citratus harganya relatih rendah. Sedangkan jenis serai yang lain yakni Cymbopgon flexuuosus harganya lebih baik karena kandungan minyak esensial lebih tinggi.

Tanaman serai dinamakan lemongrass karena minyak atsiri dengan wangi khas lemon. Hal tersebut disebabkan senyawa sitral dalam minyak atsiri dengan kandungan yang tinggi. Sehingga dimanfaatkan juga sebagai lemongrass oil yang digunakan dalam industry parfum, kosmetik, dan farmasi.

Morfologi

Serai merupakan tanaman menahun dengan tinggi 50-100 cm. Tanaman ini tumbuh berumpun seperti rumput ilalang dan mengumpul menjadi gerombol besar. Sereh memiliki tekstur yang lemas dan sulit patah. Serai memiliki daun tunggal berjumbai yang memanjang. Panjang daun dapat mencapai 100 cm dan lebar sekitar 150-200 cm. Jika daunnya dipecah atau diremas akan berbau wangi.

Batang tidak berkayu dan berwarna putih keunguan, serta memiliki perakaran serabut. Pangkal batang tanaman sereh ini membesar dan mempunyai pelepah daun berwarna kuning kehijauan bercampur dengan warna merah keunguan. Batangnya melengkung sampai 2/3 bagian panjang daunnya

Varietas atau Jenis-jenis Tanaman & Sebaran

Serai merupakan tanaman budidaya yang tersebar luas di daerah-daerah di Asia, Australia, dan Afrika. Tanaman serai dengan genus Cymboopogon meliputi hampir 80 jenis tanaman, tetapi hanya beberapa jenis yang menghasilkan minyak atsiri yang mempunyai arti ekonomi dalam perdagangan.

Beberapa jenis serai yang dibudidayakan karena kandungan minyak atsirinya yaitu Cymbopgon citratus atau sering disebut sebagai West Indian Lemongrass yakni serai dapur dan Cymbopgon nardus merupakan penghasil minyak atsiri yang di perdagangan dunia dikenal dengan nama Java citronella. 

Syarat Tumbuh

Iklim

Pertumbuhan optimal dari tanaman serai akan dipengaruhi oleh iklim yang lembab, sehingga pada musim kemarau pertumbuhannya menjadi agak lambat. Selain itu, tanaman pelindung berpengaruh kurang baik terhadap produksi daun dan kadar minyaknya

. Dengan curah hujan rata-rata 1.000 – 1.500 mm/tahun dengan bulan kering 4 – 6 bulan, produksi daun menjadi turun tetapi rendemen dan mutu minyak meningkat. Serai menghendaki sinar penuh namun dapat beradaptasi di bawah naungan. Temperatur optimum yang dibutuhkan serai yakni 24-27o C.

Tanah

Secara umum serai wangi tumbuh baik pada tanah gembur sampai liat dengan pH 5,5 – 7,0. Serai membutuhkan juga tanah yang subur dengan drainase yang baik karena tidak tahan terhadap genangan.

Pembenihan/Pembibitan

Bentuk bahan tanam berupa biji dengan memanen malai buah, memisahkan biji dan menjemurnya 1-2 hari. Tanaman ini jarang berbiji di Indonesia sehingga perbanyakan dilakukan dengan cara memisahkan anakan yang dipilih dari rumpun tanaman yang sehat. Bibit pisahan terdiri dari 1-3 anakan, daun dan akarnya dipotong. Satu rumpun yang tua dapat menghasilkan sampai 50 bibit pisahan.

Penanaman

Waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim hujan. Serai dapat ditanam secara monokultur maupun polikultur, yakni ditanam sebagai tanaman sela di gawangan kebun kelapa, karet, kopi, atau kakao. Bibit pisahan anakan ditanam dengan ke lubang dengan kedalaman 20 cm dan jarak 45 x 90 cm. Satu lubang ditanam 2-4 anakan bergantung kesuburan tanah dan ukuran anakan sehingga mungkin ada bibit pisahan yang perlu digabung jika keadaan tanah kurang subur.

Perawatan & Pengairan

Penyiangan gulma dilakukan 2-3 kali setahun. Aplikasi bahan organik sisa distilasi serai sebanyak 3-5 ton per hektar akan mengurangi pertumbuhan gulma dan meningkatkan pertumbuhan serai.

Pemupukan

Meskipun tanaman serai jarang dipupuk, namun pemberian pupuk dengan dosis tertentu terbukti akan meningkatkan produksi secara nyata. Takaran dosis pupuk yang disarankan yaitu 60 kg N, 55 P2O3 dan 30 kg K2O per hektar.

Hama & Penyakit

Umumnya sereh dijadikan tanaman yang bisa menjadi pestisida nabati untuk hama yang menyerang tanaman lain. Sedangkan, berdasarkan beberapa litelatur, diketahui ada jenis penyakit yang menyerang tanaman serai. Jenis penyakit tersebut yaitu jamur Curvularia sp

Panen

Seari sudah dapat dipanen pada umur 6-9 bulan dengan membongkar rumpun atau mengambil secara bertahap. Serai dipanen dengan cara dipotong 5-10 cm dari permukaan tanah. Tanaman akan tumbuh kembali dengan cepat sehingga dapat dipotong kembali setiap 3-4 bulan terus berlangsung sampai umur 4 tahun.

Serai jenis Cymbopogon citratus segar mengandung 0,2-0,3% minyak atsiri, yang dapat memproduksi serai segar 25-45 ton per hektar dan dapat menghasilkan 50-120 kg minyak per hektar per tahun. Produksi serai jenis Cymbopogon flexuosus segar mencapai 65 ton per hektar dengan kadar minyak atsiri 0,4-0,5%.

 

------------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Evizal R. 2013. Tanaman Rempah dan Fitofarmaka. Lembaga Penelitian Universitas Lampung

 

Yusmarni, Zakir Z, Putri A. 2018. Kelayakan Ekonomi dan Respon Petani Terhadap Budidaya dan Pengolahan Serai Wangi Di Nagari Simawang Kabupaten Tanah Datar. Laporan Akhir Riset Dasar, DIPA Universitas Andalas, Padang.

 

https://plantvillage.psu.edu/topics/lemon-grass/infos