A-Z Budidaya

Porang (Amorphophallus muelleri Blume)

Tumbuhan porang (Amorphophallus muelleri Blume) adalah salah satu jenis tanaman umbi-umbian termasuk kedalam kelompok Araceae (talas-talasan). Porang merupakan tumbuhan semak (herba) yang tumbuh dalam hutan dan berumbi di dalam tanah.

Umbi porang memiliki potensi ekonomi tingg, karena kandungan glukomanan yang baik untuk kesehatan dan dapat dengan mudah diolah menjadi bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Umbi porang memiliki komposisi yang bersifat rendah kalori, sehingga dapat berguna sebagai makanan diet yang menyehatkan.

Namun, porang diketahui belum banyak dibudidayakan dan ditemukan tumbuh liar di dalam hutan, di bawah rumpun bambu, di tepi sungai dan di lereng gunung (pada tempat yang lembab). Porang dapat tumbuh di bawah naungan, cocok dikembangkan sebagai tanaman sela di antara jenis tanaman kayu atau pepohonan dengan pengelolaan sistem agroforestry.

Morfologi

Tumbuhan porang dapat mencapai tinggi sekitar 150 cm, bergantung pada kesuburan tanah dan umur tanaman. Tumbuhan ini mempunyai batang tegak, lunak, halus berwarna hijau atau hita dengan bercak putih. Bunga berwarna merah pucat, kekuningan, atau cokelat terang.

Umbi porang terdiri atas dua tipe, yaitu umbi batang yang berada di dalam tanah dan umbi katak (bulbil) yang terdapat pada setiap tangkai daun. Tipe umbi yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbi batang yang berbentuk bulat dan besar, biasanya berwarna kuning kusam atau kuning kecokelatan. Apabila umbi dibelah, bagian dalam umbi berwarna kuning cerah dengan serat yang halus, karena itu sering disebut juga iles kuning.

Varietas atau Jenis-jenis Tanaman dan Sebaran Tanaman

Di Indonesia, ditemukan beberapa jenis umbi porang ini yaitu A. ampanulatus, A. oncophyllus, A. variabilis, A. spectabilis, A. decussilvae, A. muellleri dan beberapa jenis lainnya. Umbi porang dikenal dengan beberapa nama lokal, seperti acoan oray (Sunda) dan kajrong (Nganjuk). Awalnya umbi porang ditemukan di daerah tropis dari Afrika sampai ke pulau-pulau Pasifik, kemudian menyebar ke daerah beriklim sedang seperti Cina dan Jepang. Jenis A. onchophyllus awalnya ditemukan di Kepulauan Andaman (India) dan menyebar ke arah timur melalui Myanmar lalu ke Thailand dan ke Indonesia.

Syarat Tumbuh

a. Iklim

Keadaan iklim yang ideal untuk pertumbuhan tanaman porang yaitu intensitas cahaya 60 – 70%, ketinggian 0 – 700 m dpl. Namun yang paling bagus yakni di daerah dengan ketinggian 100 – 600 m dpl.

b. Tanah

Keadaan tanah yang ideal untuk tanaman porang yaitu tanah yang gembur atau subur dan tidak becek, tanah dengan tekstur lempung berpasir dan bersih dari alang-alang, derajat keasaman tanah ideal antara pH 6–7. Sedangkan untuk kondisi lingkungan yang ideal diantaranya adanya naungan seperti pohon Jati, Mahoni Sono, dan lain-lain, dengan tingkat kerapatan naungan minimal 40% dan maksimal 60%, artinya semakin rapat maka semakin baik.

Pembenihan/Pembibitan

Porang umumnya dapat diperbanyak secara vegetative maupun generative (biji atau bulbil). Bibit yang dipilih berasal dari umbi atau bulbil yang sehat dan subur. Bibit diambil dari anakan tanaman porang yang berumur sekitar 1 tahun. Tanaman yang terpilih sebagai bibit dibongkar diambil dan dibersihkan umbinya dari akar dan tanah. Bibit dikumpulkan di tempat yang teduh, dan setelah beberapa saat pilih bibit umbi porang yang paling sehat karena  umbi oprang hanya menghasilkan 1 tanaman.

Penanaman

Waktu tanam porang yang sangat baik yaitu ketika musim hujan, sekitar bulan November-Desember. Untuk mpenanaman, bibit porang yang sehat satu per satu dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas. Kemudian, tiap lubang tanaman diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam sesuai kebutuhan. Terkahir, tutup bibit dengan tanah olahan kira-kira setebal 3 cm. 

a. Perawatan 

Umbi porang memerlukan perawatan yang intensif agar mendapatkan hasil pertumbuhan dan produksi maksimal, beberapa cara perawatan yang bisa dilakukan yaitu penyiangan dengan cara melakukan pembersihan gulma seperti rumput liar yang dapat menjadi pesaing dalam hal kebutuhan unsur hara dan air. Selain itu, perawatan dapat juga berupa pengamanan dengan menggunakan pohon pelindung.

b. Pemupukan

Pemupukan dasar dilakukan saat pertama kali ditanam. Kemudian, pemupukan berikutnya dilakukan tiap tahun sekali, biasanya awal musim hujan. Jenis pupuk hyang dapat digunakan diantaranya pupuk urea sebanyak 10 g/lubang dan pupuk SP sebanyak 36,5 g/lubang. Cara pemupukan dilakukan ditanam disekitar batang tanaman porang.

Hama & Penyakit

Hama penting pada tanaman porang adalah belalang, ulat makasar orketti, ulat umbi araechenes dan nematoda. Sedangkan penyakit penting tanaman porang adalah busuk batang semu, layu daun oleh jamur Sclerotium sp., Rhyzoctonia sp., dan Cercospora sp.

Panen

Biasanya, masa panen umbi porang pertama kali dilakukan setelah tanaman berumur 3 tahun. Panen selanjutnya dilakukan setiap 1 tahun sekali tanpa tanpa perlu penanaman ulang. Tanaman porang hanya mengalami pertumbuhan selama 5 – 6 bulan tiap tahunnya, yaitu pada musim penghujan. Di luar musim tersebut, biasanya tanaman mengalami masa istirahat atau dorman, dengan ciri daunnya layu sehingga tampak seperti tanaman yang mati.

Umbi yang dipanen yakni umbi yang beratnya lebih dari 2 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil beratnya kurang dari 2 kg/umbi akan dibiarkan untuk dipanen pada tahun berikutnya. Rata-rata produksi umbi porang berkisar 10 ton per hektar.

Setelah proses panen, umbi porang dibersihkan dari kotoran seperti tanah dan akar yang menempel. Kemudian, umbi porang disimpan dengan tujuan memperpanjang umur umbi. Selanjutnya dapat dilakukan pengolahan dengan menjadikan umbi porang sebagai chip porang dan dapat dijadikan tepung porang.

 

----------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Sari R, Suhartati. 2015. Tumbuhan Porang: Prospek Budidaya Sebagai Salah Satu Sistem Agroforestry. Info Teknis EBONI 12 (2): 97-110.

 

Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia. 2013. Modul Diseminasi: Budidaya dan Pengembangan Porang (Amorphophallus muellerri Blume) Sebagai Salah Satu Potensi Bahan Baku Lokal. Malang: Universitas Brawijaya.

 

Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka, Mulai Awal Hingga Panen. Link: https://gdm.id/budidaya-porang/