A-Z Budidaya

Paprika (Capsicum annum var. grossum L.)

paprika, cabai parika

Cabai paprika (Capsicum annum var. grossum L.) merupakan tanaman sayuran yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk berbagai jenis masakan. Secara sistematika tumbuhan, paprika masuk kedalam family Solanaceae (terong-terongan). Tanaman ini juga mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sudah banyak dikembangkan di Indonesia.

Cabai paprika memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi diantaranya yaitu atas protein, lemak, karbohidrat, viamint A, vitamin B, vitamin C, serta mineral seperti Ca, Fe, P dan K. Bahkan diketahui kandungan vitamin C dari cabai paprika jauh lebih tinggi (sekitar 340 mg/100 g buah segar) dibandingkan dengan buah jeruk (sekitar 146 mg/100 g buah segar).

Secara morfologi, tanaman paprika terdiri atas batang, daun, bunga, buah, biji, dan akar. Batang tanaman paprika keras dan berkayu, berbentuk bulat, halus, berwarna hijau gelap, dan memilki percabangan dalam jumlah yang banyak. Tanaman paprika memiliki daun berukuran lebar dan berwarna hijau tua. Diketahui juga, bunga cabai paprika merupakan bunga tunggal (soliter) berbentuk bintang, dengan mahkota bunga berwarna putih.

Buah cabai paprika memilki keragaman bentuk, ukuran, warna, dan rasa. Bentuk buah paprika seperti lonceng sehingga di kenal dengan bell pepper. Buah berdaging tebal (ketebalan sekitar 0,5 cm), agak manis, dan tidak pedas, meskipun memiliki bau pedas yang menusuk. Biji cabai paprika terdapat dalam jumlah sedikit, berbentuk bulat tipis, dan berwarna putih kekuning-kuningan. Akar tanaman cabai paprika memiliki akar tunggang yang tumbuh lurus ke pusat bumi dan akar serabut yang tumbuh menyebar ke samping (horizontal).

Varietas & Persebaran Tanaman Cabai Paprika 

Tanaman cabai paprika memiliki banyak varietas, yang didasarkan pada keunggulan yang dimiliki dalam hal kemampuan berproduksi, bentuk atau tipe buah, bobot buah, rasa buah, daya adaptasi terhadap lingkungan, dan ketahanan terhadap serangan hama.

Tanaman cabai paprika diketahui ada beberapa kultivar paprika yang saat ini ada di pasaran, diantaranya yaitu kultivar paprika yang berwarna merah seperi ‘Edison’, ‘Chang’, ‘Spartacus’, ‘Athena’, dan ‘Spider’. Sedangkan kultivar paprika yang berwarna kuning antara lain ‘Sunny’, ‘Capino’, ‘Goldflame’, dan ‘Manzanila’. Kultivar paprika yang berwarna orange antara lain ‘Magno’ dan ‘Leon’.

Tanaman paprika berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, telah dibudidayakan sebelum Colombus mendarat di benua itu. Budidaya paprika menyebar ke Eropa dan Asia setelah tahun 1.500-an.

Pada awal penyebaran di Eropa, tanaman paprika dibudidayakan di lahan terbuka (outdoor). Paprika merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman paprika menjadi salah satu komoditas penting yang dibudidayakan di bawah naungan (protected cultivation).

Syarat Tumbuh

Tanaman paprika dapat tumbuh pada kondisi suhu 24–30°C pada siang hari dan 9-12 °C pada malam hari, namun tanaman ini masih dapat bertahan pada suhu 38 °C. Suhu yang optimal untuk tanaman paprika adalah 21–23°C.

Paprika termasuk tanaman semusim yang dapat tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian 700-1.500 m dpl dengan kelembaban udara sekitar 80%. Tanaman paprika dapat tumbuh optimal pada tanah mediteran dan aluvial dengan kondisi tanah lempung berpasir atau liat berpasir.

pH ideal bagi pertumbuhan tanaman ini antara 6,0-7,0; dan pH optimal 6,5. Curah hujan yang sesuai untuk tanaman cabai paprika yakni sekitar 250mm/bulan. Intensitas sinar matahari yang diperlukan tanaman ini berkisar antara 22-30% dari intensitas sinar matahari total yang diterima tanaman.

Pembenihan/Pembibitan

Cara pembibitan paprika yaitu pertama penyemaian yang bertujuan untuk mengurangi resiko kematian bibit pada awal pertumbuhan, caranya dengan bibit paprika direndam di dalam air hangat selama 24 jam. Selanutnya, bibit mulai disemai pada wadah persemaian, yang berisi campuran tanah dan sekam (rasio 3:1). Setelah itu dapat dilakukan pengairan yang cukup sampai daun sempurna muncul. Terakhir, setelah daun muncul, pindahkan ke lahan tanam atau media tanam lain.

Penanaman

Metode penanaman yang dilakukan yaitu pertama memindahkan bibit hasil persemaian ke lahan tanam. Pemindahan sebagiknya waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari risiko layu, karena terik matahari. Setelah itu sebaiknya dibuat naungan atau teduhan seperti tudung pada tanaman paprika yang baru ditanam itu agar terlindung dari sinar matahari langsung.

Beberapa cara perawatan yang dapat dilakukan pada tanaman paprika yaitu pengairan, pemangkasan, dan pemupukan. Agar tanaman paprika tumbuh dengan baik dan cepat berbunga harus dilakukan penyiraman tanaman secara rutin minimal 1 kali sehari.

Ketika tanaman parika tumbuh bunga pangkas bunga-bunga paprika yang jumlahnya terlalu banyak, agar sebaran nutrisi merata dalam satu tanaman. Pemupukan yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman paprika dapat dilakukan rutin, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tanaman.

Hama & Penyakit

Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman paprika yaitu tungau, trips, kutu daun, ulat buah, ulat grayak, lalat buah, jangkrik dan lain-lain. Sedangkan, beberapa jenis penyakit yang sering menyerang tanaman paprika diantaranya yaitu layu fusarium, layu bakteri, penyakit bulai, penyakit mozaik, bercak daun, busuk akar, busuk batang, busuk kuncup atau mati pucuk, busuk buah, dan antraknosa atau patek.

Panen

Pemanenan dilakukan pada usia 3 bulan tanaman (setelah awal penanaman). Ciri fisik buah paprika yang masak petik yaitu warna kulitnya hijau berkilat, bila dipijit atau ditekan daging buah terasa keras, daging buah tebal dan buahnya mudah dilepas dari tangkainya. Selain itu, ciri lainnya berdasrkan kultivar buah paprika yaitu untuk paprika hijau, buah dapat dipanen pada saat matang hijau, untuk paprika kuning, buah dapat dipanen ketika matang kuning kemerahan, dan untuk paprika merah, buah dipanen ketika matang merah atau tergantung pada permintaan pasar.

Cara panen yang baik yaitu buah paprika diambil dengan cara menggunting tangkai buah pada pangkal batang. Biasanya, selama masa produktif tanaman, buah paprika dapat dipanen kembali setelah panen pertama. Tanaman paprika memiliki masa produktif yaitu maksimal sampai dengan 9 bulan usia penanaman. Selain itu, selama masa produktif tanaman paprika akan terus-menerus menghasilkan buah yang dapat dipanen setiap saat.

Setelah proses panen, kegiatan penanganan pascapanen bertujuan untuk menjamin keseragaman ukuran, mutu buah dan menjamin bahwa mutu buah yang dihasilkan sesuai dengan permintaan pasar. Penanganan pascapanen komoditas paprika meliputi sortasi dan grading, pencucian, penyimpanan, pengemasan serta pengangkutan.

 

--------------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Azzamy. 2016. Paduan Teknis Budidaya Paprika di Lahan Tanah. https://mitalom.com/panduan-teknis-budidaya-paprika-di-lahan-tanah/

 

Sebayang L. 2014. Bercocok Tanam Paprika. Balain Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Sumatera Utara.

 

Anonim. Membudidayakan Paprika Dengan Cara Yang Tepat. https://bibitonline.com/artikel/-membudidayakan-paprika-dengan-cara-yang-tepat