A-Z Budidaya

Lengkeng (Dimocarpus longan)

Lengkeng (Dimocarpus longan) merupakan jenis tanaman dengan buah yang berukuran kecil seperti biji kelereng, memiliki rasa manis dan enak. Buah yang cukup digemari oleh masyrakat ini, meskipun harganya cukup mahal. Namun, tanaman ini belum dilakukan budiaya secara luas dan hanya di wilayah-wilayah tertentu saja. Beberapa wilayah yang terkenal sebagai daerah penghasil lengkeng yaitu Ambarawa, Temangung, dan Malang.

Morfologi

Secara morfologi, tanaman lengkeng memiliki beberapa ciri atau karakter yang mudah untuk diamati, yaitu batang tanaman yang memiliki diameter hingga mencapai 1 m dan tingginya mencapai 40 m, bentuk tangkai bulat panjang dan ujungnya agak runcing dan memiliki 3-6 pasang daun, kuncup daun dari tanaman ini memiliki warna kuning kehijauan atau merah, warna bunga tanaman yakni kuning muda atau putih kekuningan, ukurannya sangat kecil sehingga hanya dapat diamati secara jelas bila memakai alat pembesar, serta buah lengkeng berbentuk bulat, dagingnya berwarna putih bening, dan mengandung banyak air, di bagian tengah daging buah terdapat biji berwarna hitam kecoklatan .

Varietas atau Jenis-jenis Tanaman & Sebaran

Varietas lengkeng di Indonesia dikategorikan berdasarkan kemampuan tumbuh di wilayah tertentu, yaitu varietas lengkeng di dataran rendah, diantaranya yaitu Kopyor dan Batu, yang merupakan lengkeng introduksi dari Thailand dan Vietnam, serta varietas lengkeng di dataran tinggi, diantaranya yaitu Pingpong, Diamond River, dan Itoh, yang merupakan jenis lengkeng yang pertamakali dibudidayakan di Indonesia dan hanya dapat tumbuh di Ambarawa, Temanggung, dan Tumpang.

Tanaman lengkeng berasal dari daratan Asia Tenggara dan penyebaran tanaman ini yaitu dapat ditemukan di Indonesia, wilayah pegunungan di Myanmar hingga Tiongkok Selatan, Malaysia, Taiwan, Thailand, Australia, Amerika Serikat.

Syarat Tumbuh

Iklim

Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman lengkeng yaitu antara 20-33o C untuk siang hari, sedangkan untuk malam hari suhu optimumnya yaitu antara 15-22o C. Kemudian, dataran rendah yang bersuhu panas merupakan kondisi lingkungan yang baik untuk tanaman lengkeng dapat tumbuh dan berproduksi maksimal. Lalu, kelembaban udara optimum tanaman ini yaitu antara 65-90% dan curah hujan berkisar antara 2500-4000 mm/tahun.

Tanah

Tanah lempung berpasir atau gembur dan mengandung zat organik merupakan salah satu syarat tumbuh dengan baik dari tanaman lengkeng. Selain itu, jenis tanah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman ini yaitu jenis andosol, vertisol, latosol, dan tanah laterit. Selanjutnya, pH tanah optimal yakni 5.5-6.5 dan kondisi tanah memiliki aerasi dan drainasi yang baik, artinya dapat mengikat air dengan baik.

Pembenihan/Pembibitan

Awal mula keberhasilan dari budidaya tanaman lengkeng yaitu dari pemilihan benih yang baik. Untuk memperoleh itu dapat menggunakan benih yang berasal dari perbanyakan vegetatif yaitu dari hasil cangkok, okulasi dan sambung (grafting). Ciri benih dengan mutu yang baik yaitu dengan tinggi 50-60 cm, serta daun berwarna hijau dan berbentuk lurus (belum bercabang).

Metode pembenihan/pembibitan

Pembibitan umumnya dilakukan dengan cara okulasi, cangkok dan sambungan (perbanyakn vegetatif), yang bertujuan untuk memperoleh bibit yang unggul. Pada saat proses pemindahan tanaman, bibit yang berasal dari perbanyakan vegetative akan lebih cepat berbunga.

Penanaman

Musim tanam lengkeng biasanya dilakukan menjelang musim hujan. Selain musim dan waktu musim tanam, yang perlu diperhatikan juga yaitu tanaman lengkeng harus ditanam sesuai dengan varietasnya. Contohnya, penanaman lengkeng jantan harus dipasangkan dengan lengkeng betina, sehingga pembuahan tetap berhasil dan panen buah yang baik dan banyak bisa dinikmati.

Metode penanaman

Pertama, yang dilakukan yaitu dengan membuat lubang tanam berdasarkan besar kecilnya bibit yang akan ditanam , dengan ukuran 60x60x60 atau 100x100x60 cm dan jarak tanam minimal 6 x 6 m. Selanjutnya, sebelum tanam, lubang tanaman diberikan pupuk dasar dengan rasio 120:40:8:2:1 (tanah : pupuk kandang/kompos : kapur : SP-36 : urea; satuan kg).

Perawatan & penyiraman

Beberapa tahap yang perlu dilakuakan dalam perawatan lengkeng yaitu berupa pemangkasan saat tanaman lengkeng masih muda, berupa pemangkasan pada batang pokok dengan ketinggian 150-175 cm dari permukaan tanah dan dilakukan pada awal musim hujan. Selanjutnya, perawatan saat tanaman belum berbuah, berupa pemangkasan pada cabang-cabang air yang tumbuh liar, rusak atau sakit, tumbuh bersinggungan dengan cabang lain, tumbuh membalik ke arah dalam, dan tumbuh ke arah bawah, yang dilakukan pada awal musim hujan.

Terakhir, perawataba saat tanaman sudah tua dimana cabang atau rantingnya tidak subur, tidak segar, dan produksinya sudah sangat menurun atau dikenal dengan pemangkasan peremajaan, yang dilakukan sampai pada ujung cabang sekunder. Untuk penyiraman, tanaman secara rutin 2x sehari disiram, khususnya untuk lengkeng yang baru ditanam.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan bertahap disesuaikan dengan umur tanaman lengeng. Pempukan setelah tanaman berumur 12 bulan, pemberian puouk dengan rasio 20:3:5:2 (pupuk kandang: kapur: TSP: urea; satuan kg). Pemupukan pada tanaman tahun ke-2, pemberian pupuk dengan rasio 4: 10: 4 (kapur : TSP: urea; satuan kg/ha). Pemupukan pada tanaman tahun ke-3, pemberian pupuk dengan rasio 50: 4 : 8 : 2 (pupuk kandang : kapur : TSP: urea; satuan kg).

Pemupukan pada tanaman tahun ke-4, pemberian pupuk dengan rasio 100 : 4 : 10 : 10 (pupuk kandang : kapur : TSP: urea; satuan kg). Terakhir, pemberian pupuk untuk umur tanaman ditahun selanjutnya diberikan sesuai kebutuhan tanaman lengkeng.

Hama & Penyakit

Hama penting pada tanaman lengkeng diantaranya yaitu Kumbang dewasa Tessaratoma javanica (stink bug), Kelelawar, serta hama khusus lain seperti tungau Erinosa, lalat buah, aphids, penggerek batang, ulat pemakan daun, ulat pemakan bunga, mealy bug, fruit spotting bug, elephant beetles dan fruit piercing moth (ngenagt) dan tikus.
Penyakit yang menyerang tanaman lengkeng, diantaranya yaitu Jamur upas, akar putih, akar hitam, bercak daun dan busuk akar.

Panen &  Cara Panen

Masa panen buah lengkeng dilakukan sepanjang tahun dan berdasarkan varietas yang ditanam. Varietas pingpong dan diamond river: buah lengkeng siap dipanen 139 hari setelah bunga mekar (HBM). Varietas Itoh dan lainnya: biasanya buah lengkeng siap dipanen pada 150 HBM.

Cara panen

Panen dilakukan berdasarkan beberapa ciri-ciri buah, diantaranya buah sudah masak, kulit biah berwarna coklat, kulit buah berteksur halus, aroma buah harum, buah ketika dikupas bijinya berwar coklat kehitaman. Panen dilakukan dengan cara memangkas pada bagian pangkal malai buah. Buah lengkeng dikategorikan berdasarkan kualitas buahnya. Ukuran buah menjadi salah satu syarat dalam menentukan standar kualitas.

 

----------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Mariana BD, Sugiyatno A. Budidaya Tanaman Lengkeng. Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

 

Suarsana IN, Kumbara AANA, Satriawan IK. 2015. Teknologi Tepat Guna Panduan Praktis Tanaman Sayuran dan Perkebunan. Lembaga Penelitian dan Pengabidia Kepada Masyarakat, Universitas Udayana.

 

https://ilmubudidaya.com/cara-memupuk-kelengkeng-dengan-garam