A-Z Budidaya

Lada (Piper nigrum)

Tanaman lada (Piper nigrum) diketahui sebagai salah satu hasil tanaman budidaya yang memilki nilai ekspor penting dalam menyumbang devisa negara. Secara sistematika, lada merupakan kelompok tanaman dari famili Piperaceae yang diketahui sebagai tanaman obat, tanaman rempah, dan tanaman hias. Lada seringkali disebut sebagai The King of Spices, karena lebih dikenal sebagai penghasil rempah daripada tanaman obat.

Morfologi

Secara morfologi, tanaman lada terdiri atas batang, akar, daun, cabang, dahan, bunga, dan buah. Lada merupakan kelompok tumbuhan merambat dengan batang berkayu yang bercabang, memiliki daun yang berbentuk bulat telur, bunga yang mekar hanya 10 hari, serta buah lada muda berwarna hijau dan lada yang matang berwarna merah.

Secara ekonomis, buah lada menjadi salah satu rempah yang paling penting baik dalam bentuk lada hitam (black pepper) maupun lada putih. Buah lada memiliki kandungan alkaloid yang membentuk rasa pedas, seperti piperin, yang akan memberikan efek farmakologi antara lain sebagai antideperesan, antioksidan, analgesic, antitumor, antikolesterol, antidiabetes, dan meningkatkan fertilitas.

Varietas

Dilihat dari varietas, lada memiliki beragam varietas tanaman lada karenadaerah sebaran tanaman ini yang sanagt luas. Beberapa varietas unggul yakni Petaling 1, Petaling 2, Natar 1, Natar 2, Petaling 1, Petaling 2, Natar 1, Natar 2, Ciinten. Varietas dari luar Indoensia diantaranya adalah var. Kuching dari Malaysia, Kalluvalli, Balamcotta, Uthirincotta, dan Cheriakaniakadan dari India.

Sebaran

Lada merupakan tanaman introduksi yang berasal dari Pantai Barat India dan mulai masuk ke Indonesia melalui para pendatang dan pedagang Hindu sekitar 2000 tahun yang lalu. Diketahui juga, lada merupakan salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan tetapi merupakan produk pertama yang diperdagangkan ke Eropa melalui Persia dan Arabia.

Sejak abad ke-15 dan ke-16, perdagangan lada mulai berkembang. Saat itu mulai ada perkebunan-perkebunan lada antara lain Banten, Surakarta, Yogyakarta, Sumatera, Kalimantan. Saat ini, pusat produksi lada di Indonesia tersebar di berbagai daerah seperti Lampung, Bangka, Kalimantan Timur, Barat, dan Selatan, Bengkulu, dan Sulawesi Selatan.

Syarat Tumbuh

  • Iklim

Lada akan tumbuh optimal pada wilayah dengan ketinggian tempat 0-500 m dari permukaan laut. Curah hujan optimal berkisar antara 2000-3000 mm/tahun dengan 2 bulan kering untuk mendorong proses pembungaan. Kisaran temperatur udara yang optimal adalah 23-32o C.

  • Tanah

Kondisi tanah yang optimal untuk pertumbuhan tanaman lada adalah tanah bertekstur ringan, gembur, berdrainase baik, dan subur. Selain itu, tanah baru bekas bukaan hutan dengan kandungan bahan organik yang tinggi sangat baik untuk lada karena masih subur dan mungkin masih bebas dari patogen penyakit busuk pangkal batang lada. Kisarab pH tanah optimal yaitu 4-7.

Pembenihan/Pembibitan

Meskipun dapat diperbanyak dengan biji, lada biasa ditanam dari setek batang, baik dari cabang panjat, dari cabang gantung, cabang tanah, maupun cabang buah. Proses pembenihan terdiri dari beberapa tahap, daiantaranya yaitu pertama benih diperoleh dari buah yang masak, dipijat untuk mengeluarkan bijinya, dicuci, dan dikering-anginkan. Kemudian, benih disemai dalam bedengan pasir. Selanjutya, pada 3-4 minggu setelah semai, maka benih akan mulai tumbuh. Setelah tanaman berumur 2 bulan, benih hasil semaian dapat dipindah di tempat pembibitan utama.

Tahap terakhir, apabila stek memiliki panjang sekitar 100 cm atau 1 meter (kira-kira sama dengan 7 ruas) maka benih hasil semaian dapat langsung ditanam di kebun. Namun, apabila stek pendek, 1-3 ruas maka perlu dibibitkan lebih dahulu.

Penanaman

Waktu tanam yang baik untuk budidaya lada yaitu pada musim hujan atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Untuk menentukan waktu musim hujan dapat berdasarkan kondisi di wilayah masing-masing.

  • Metode penanaman

Biasanya, untuk metode penanaman tanaman lada dengan menggunakan cara menanam tanaman ini dengan jenis tanaman lain atau bisa juga hanya menanam tanaman lada saja (monokultur). Perlu diperhatikan jarak tanam dan lubng tanam, karena untuk menghasilkan hasil yang baik diketahui jarak tanam yang ideal adalah 2 m x 2 . Keuntungannya, tanaman lada akan menghasilkan pertumbuhan vegetative, tanaman tumbuh dan berkembang sempurna, cahaya matahari yang diterima tanaman optimal. Selain jarak tanam, lubang tanam juga menjadi hal penting dalam sistem penanaman lada. Ada dua tipe lubang tanam yang bisa dibuat, yaitu tipe bujur sangkar dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm dan tipe limas dengan ukuran 40 cm x 35 cm (bagian atas), 40 cm x 15 cm (bagian bawah), dengan kedalam 50 cm.

  • Perawatan & pengairan

Jenis perawatan yang dilakuan terhadap tanaman lada yaitu pembersihan dari pertumbuhan gulma setiap 2-3 bulan sekali, pemangkasan pohon panjatan, penyulaman tanaman secara rutin. Selain itu, hal penting lainya dalam budidaya tanaman lada yaitu pengairan, yang biasanya dilakukan pada musim kemarau yakni 1 kali sehari. Sedangkan pada musim hujan, perkebunan tanaman lada untuk dihindari dari genangan air di sekitar tanaman.

  • Pemupukan

Dosis pemupukan yang dilakukan pada tanaman produktif didasarkan pada kondisi tanah dan keadaan buah. Sebagai contoh, pemupukan pertama menjelang musim hujan, dosis per tanaman yaitu Urea 425 g, TSP 425 g, KCL 470 g, dan Kieserit 110 g. Untuk pemupukan selanjutnya dilakukan setelah 2 bulan kemudia, dengan meningkatakan dosis pupuk yang diberikan sebelumya. Pemupukan terakhir dilakuakn menjelang akhir musim hujan dengan dosis pupuk ditambah dari pemupukan sebelumnya.

Hama & Penyakit

Jenis hama penting pada pertanaman lada yaitu hama kepik buah, hama penggerek batang Lophobaris piperis, dan hama penghisap bunga Diconocoris hewetti. Sedangkan, pemyakit penting pada tanaman lada diantaranya yaitu penyakit busuk pangkal batang Phytophtota capsici, penyakit kuning oleh nematoda Meloidogyne incognita, dan penyalit kerdil atau keriting akibat virus Pepper Yelow Mottle (PYMV) dan Cucumber mosaic virus (CMV).

Panen

Masa panen tanaman lada dapat dilakukan ketika tanaman lada sudah berumur 3 tahun setelah tanam. Ciri-ciri buah lada yang siap panen yaitu warna buah hijau tua, ketika ditekan buah terasa keras, dan warna tangkai buah kuning. Pelaksanaan panen lada, sebaiknya dilakukan pada pagi menjelang siang hari anatar pukul 9-12. Selanjutmya, petik buah secara selektif, lalu kumpulkan biah dalam kantong atau wadah bersih untuk selanjutnya dibawa ke tempat pemrosesan. Kemudian, proses pasca panen yang dilakukan yaitu:

  • perontokan buah untuk memisahkan buah dengan tangkainya,
  • pangayakan untuk memisahkan biji buah lada yang kecil dan tidak matang,
  • pencucian dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel atau kontaminan lainnya,
  • pengerinag dengan cara dijemur dibawah matahari langsung selama 2-3 hari,
  • sortasi buah untuk memisahkan biji lada yang kering dengan kotoran seperti tanah, dan
  • pengemasan dan penyimpanan di tempat yang kering agar terhindar dari jamur.

Lada dapat dijaga kualitasnya apabila disimpan dalam suhu ruangan berkisar 20-28o C.

 

--------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Setiyono RT, UDarno L, Bambang ET. Keragaman Morfologi dan Cara Budidaya Lada Lokal Ciinten. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Organik, Bogor 18-19 Juni 2014.

 

http://www.mitrabibit.com/2014/06/cara-panen-dan-pasca-panen-pada-tanaman.html

 

Evizal R. 2013. Tanaman Rempah dan Fitofarmaka. Lembaga Penelitian Universitas Lampung