A-Z Budidaya

Kopi (Coffea sp)

tanaman kopi

Hampir semua orang pernah mencicipi kopi. Kopi merupakan minuman dengan cita rasa dan aroma yang mantap. Selain itu, kopi diketahui mengandung senyawa kafein yang membuat si penikmat kopi menjadi terjaga. Kopi dengan berbagai varian pembuatannya menjadi minuman trend yang digemari oleh berbagai kalangan, dari muda sampai tua, tanpa memandang gender.

Sistematika

Tanaman kopi termasuk ke dalam famili Rubiacae dengan spesies Coffea sp. Secara sistematika, tanaman kopi memiliki nama ilmiah yang bervariasi, misal untuk kopi robusta, memiliki nama ilmiah Coffea canephora dan untuk kopi Arabica, memiliki nama ilmiah Coffea arabica.

Morfologi

Morfologi tanaman kopi terdiri dari daun, bunga, buah, batang, dan akar. Tanaman kopi sendiri merupakan kelompok tanaman tahunan dengan sistem perakaran dangkal. Itu menyebabkan tanaman kopi mudah mengalami kekeringan. Untuk menanggulanginya, dapat menggunakan mulsa di sekitar perakaran tanaman kopi.

Bagian dari tanaman kopi yang dikonsumsi oleh penikmat kopi yaitu biji kopi yang berasal dari buah kopi. Buah kopi muda memiliki warna hijau muda sampai hijau tua lalu kekuningan. Ketika buah matang, warnanya akan beruban menjadi merah atau merah tua. Ukuran biji kopi bervariasi tergantung pada jenis kopi itu sendiri. Buah kopi memiliki senyawa glukosa yang rasanya manis.

Varietas dan Sebaran Tanaman

Jenis-jenis kopi yang sering dibudidayakan hanya kopi arabika, robusta, dan liberika. Di Indonesia, tanaman kopi menyebar di daerah Lampung, Sumetera, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sulawesi dan daerah-daerah lainnya. Seiring berkembangnya pengolahan kopi, tanaman ini pun menjadi terkenal hingga tersebar ke berbagai wilayah di Eropa, Asia, dan Amerika, menjadi bahan minuman terbesar didunia setelah teh.

Syarat Tumbuh & Pembibitan

  • Iklim

Kopi jenis Robusta akan tumbuh optimum jika ditanam pada ketinggian 500-1700 mdpl . Untuk kopi jenis Arabika akanpada ketinggian 400-700 m dpl. Curah hujan optimum adalah 1500–3500 mm per tahun, dan di daerah dengan bulan kering (curah hujan < 60 mm/bln) maksimum 3 bulan.

  • Tanah

Tanaman kopi akan tumbuh optimal pada tanah yang subur, kaya bahan organik, dan agak masam. pH tanah untuk kopi robusta adalah 4.5-6.5, sedangkan kisaran untuk kopi Arabika adalah 5-6.5.

  • Pembenihan/Pembibitan

Tanaman kopi diperbanyak dari biji maupun non-biji (klonal). Perbanyakan dari biji diperoleh dengan cara penyemaian benih, sedangkan perbanyakan non-biji dengan menggunakan cangkokan, sabungan, okulasi atau setek, dan kultur.

Penanaman

Biasanya dilakukan saat musim hujan. Pertama, menanam tanaman pelindung, yang dilakukan 2-3 tahun sebelum penanaman tanaman kopi. Contoh tanaman pelindung untuk kopi yaitu dadap dan lamtoro sengon laut. Fungsi dari tanaman kopi yaitu untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke perkebunan kopi.

Selanjutnya, membuat lubang tanam dengan ukuran ideal 60x 60x60 cm. Lalu, sebelum bibit dipindah ke lubang tanam, siram bibit terlebih dahulu. Kemudian, masukan bibit kopi hingga batas leher akar ke lubang tanam. Terakhir, melakukan seleksi tanaman yang tidak normal (penyulaman), untuk diganti dengan bibit baru.

  • Perawatan & pengairan

Perawatan meliputi pemangkasan dan pengendalian. Pemangkasan bertujuan agar pohon tetap rendah dan mudah perawatannya, serta terbentuk cabangcabang produksi yang baru. Sedangkan, pengendalian gulma: dengan cara membersihkan bedengan, menambahkan herbisida rondup sesuai dosis, dan penggunaan mulsa.

Pengairan jika dilakukan pada musim kemarau, maka dilakukan 2 kali dalam seminggu. Tujuannya untuk memaju pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, agar akar tanaman tidak membusuk, maka hindari pengairan yang menyebabkan genangan disekitar batang tanaman.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan pada awal dan akhir musim hujan, dengan cara ditabur disekeliling batang kopi pada jarak 30-50 cm dari batang. Cara lainnya, dengan mencairkan pupuk, lalu pemupukan digabung dengan proses pengairan.

  • Hama & Penyakit

Diketahui ada beberapa jenis hama penting pada tanaman kopi, diantaranya yaitu Hypothenemus hampei, Xylosandrus morigerus, dan Coccus viridis. Sedangkan, penyakit penting pada tanaman kopi, diantaranya yaitu Upasia salmonicolor, dan Mycena citricolor.

Panen

Masa panen tanaman kopi dilakukan sekitar bulan Mei dan Juni. Tanaman kopi memiliki cara panen, diantaranya yaitu pertama, panen dilakukan setelah tanaman berumur 2.5 – 3 tahun setelah tanam. Saat panen diperlukan alat-alat seperti keranjang dan tangga untuk memetik buah yang tinggi. Buah kopi yang berwarna merah, artinya biji siap panen dan merupakan biji kopi terbaik atau bisa juga memetik buah yang hijau, jika sisa buah di pohon sekitar 10%. Lalu, pisahkan antara buah yang merah dan hijau.

Setelah panen, olah buah kopi segera diolah sebelum 12 jam, agar buah kopi tidak mengalami fermentasi dan kualitas kopi tetap terjaga. Pengolahan bisa dengan cara kering dan basah. Cara kering dengan menngunakan sinar matahari langsung dan atau penggunaan alat pengering.

Sedangkan cara basah: hanya untuk buah berwarna merah, yang prosesnya mulai dari pemisaahan kulit dari biji, melakukan fermentasi biji, pencucian, pengerinfan, pemisahan, dan pengemasan biji kopi dalam karung yang bersih.

 

----------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Najiyati S dan Danarti. 2004. Kopi: Budi Daya dan penanganan Pascapanen. Ed. Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya, Jakarta.

 

Suarsana IN, Kumbara AANA, Satriawan IK. 2015. Teknologi Tepat Guna Panduan Praktis Tanaman Sayuran dan Perkebunan. Lembaga Penelitian dan Pengabidia Kepada Masyarakat, Universitas Udayana. 

 

 

https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-kopi