A-Z Budidaya

Ganyong (Canna edulis KERR)

Tanaman Ganyong (Canna edulis KERR) adalah tanaman umbi-umbian yang termasuk ke dalam family Cannaceae. Umbi ganyong merupakan bahan makanan alternatif atau cadangan. Nama ubi ganyong diantaranya Canna, atau indian shot (Inggris), buah tasbeh (Jawa), ubi pikul (Sumatera), daun tasbeh, ganyong, pisang sebiak (Malaysia).

Tanaman ganyong belum diusahakan secara intensif. Walau demikian, tanaman ganyong potensial menunjang program diversifikasi pangan dan gizi, meningkatkan ketahanan pangan, dengan memanfaatkan lahan kosong.

Morfologi

Tanaman ganyong termasuk tanaman umbi-umbian, dengan siklus hidup tahunan, pohon tegak, tanaman herba yang kuat, tinggi mencapai 3,5 m, umbi bercabang horizontal mencapai panjang 60 cm dengan diameter 10 cm, dengan segmen berdaging membentuk balon, ditutupi oleh daun tipis, dan akar tebal yang berserat. 

Daun ganyong berpola teratur secara spiral dengan kuncup besar yang terbuka, terkadang petiolanya pendek, daun sempit dan rata menuju elips, bertulang daun, bagian bawah daun agak keunguan. Bunganya berwarna merah kekuningan, buah berbentuk kapsul seperti telur. Bijinya banyak, bulat, diameter 0,5 cm, licin dan keras, kehitaman sampai sangat coklat tua.

Varietas

Sifat-sifat unggul dari ganyong dimanfaatkan untuk meningkatkan keragaman genetik atas varietas ganyong itu sendiri. Plasma nutfah ganyong ada dua kelompok, yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Hasil evaluasi dan karakterisasi terhadap 27 aksesi ganyong merah tidak terdapat perbedaan morfologis dari sifat kualitatif antar aksesi.
Demikian juga pada 23 aksesi ganyong putih. Pada ganyong merah, bagian tajuk didominasi oleh warna merah, sedangkan ganyong putih didominasi warna hijau. Umbi ganyong merah berwarna merah muda dan ganyong putih berwarna putih.

Perbedaan terdapat pada warna bunga, 17 aksesi ganyong putih berwarna kuning dan enam aksesi warna orange. Keragaman karakter morfologis sifat kuantitatif ganyong merah dan ganyong putih rendah atau <10%, yaitu pada umur berbunga, panjang daun, lebar daun, panjang tangkai daun, dan jumlah daun.

Manfaat Ganyong

Ganyong menghasilkan setiap 100 gram umbi yang dapat dimakan, berisi kira-kira : air 75 g, protein 1 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 22,6 g, Ca 21 miligram (mg), P 70 mg, Fe 20 mg, vitamin B 0,1 mg, vitamin C 10 mg. Karbohidrat terdiri dari lebih 90% tepung dan 10% gula (glukosa dan sukrosa). Tepung yang dihasilkan kuning cerah dengan ukuran butir yang besar (125-145 milimikron x 60 milimikron) tidak beraturan. Tepung ini sangat larut dan mudah dicerna. Setelah dimasak, tepung menjadi mengkilat dan transparan.

Pati ganyong ini dapat digunakan dalam pembuatan berbagai jenis makanan, soun, lem, dll. Kegunaan lainnya adalah :

  1. Tanaman muda dimakan sebagai sayuran hijau;
  2. Daunnya digunakan pembungkus atau alas makan;
  3. Daun dan umbinya bisa digunakan sebagai pakan ternak (sapi);
  4. Tanaman dan bunganya dapat dijadikan sebagai tanaman hias;
  5. Bijinya yang hitam dan berkulit keras digunakan sebagai kalung atau tasbeh;
  6. Sebagai tanaman obat.

Di Vietnam, patinya dijadikan bahan baku pengganti kacang hijau dalam pembuatan mie bening (soun) berkualitas tinggi. Di Jawa, biji ganyong dihancurkan dan digunakan sebagai luluran untuk menghilangkan sakit kepala. Di Kamboja Sari umbi hasil ekstraksi digunakan untuk mengobati diare. Bubur umbi yang dididihkan digunakan sebagai obat penyakit kulit.

Di Hongkong umbi yang telah hancur dididihkan digunakan untuk mengobati hepatitis akut. Di Indo China umbi sebar yag dihancurkan digunakan untuk mengobati trauma. Di Filipina, umbi yang telah dihancurkan, direndam dan dihancurkan, direndam dan dilembutkan dalam air digunakan untuk menghilangkan mimisan.

Syarat tumbuh

Ganyong tumbuh baik pada daerah dengan distribusi curah hujan 1000-1200 mm per tahun. Toleran terhadap kelebihan kadar air (tetapi tidak tahan jenuh air) dan naungan. Pertumbuhan normal terjadi pada suhu di atas 10 oC, tetapi dapat melalui suhu tinggi 30-32 oC.

Ganyong tumbuh sampai ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Tumbuh subur pada berbagai macam tanah, termasuk tanah marginal bagi kebanyakan tanaman umbi. Tanah yang disukai adalah lempung berpasir dan kaya humus. Tanaman ini toleran terhadap interval pH 4,5-8,0.

Umbi yang masih muda digunakan untuk perbanyakan vegetatif, bukan yang bagian coklat tua. Sebagian kecil umbi mempunyai paling sedikit dua mata yang sehat, ditanam terpisah pada jarak 50 cm, kedalaman 15 cm.

Pemeliharaan

Selama pemeliharaan, perlu dilakukan penyiangan gulma dan penyulaman. Mulsa rumput kering pada bedengan membantu menjaga kelembaban tanah dan menambah unsur hara tetapi dapat merupakan tempat persembunyian bagi hewan kumbang. Pemupukan bulanan dengan pupuk cair atau buatan memberikan hasil lebih baik.

Seluruh umbi dapat ditanam. Bila ditanam terlalu dekat, tanaman terlalu berdesakan, mengakibatkan penampilan jelek. Lebih baik menanam ganyong pada musim hujan, bila tidak, harus diairi. Ganyong ditanam dan dengan pupuk kompos yang cukup.

Ganyong paling banyak dibiakkan dengan pemotongan umbi. Kadang-kadang bijinya juga digunakan untuk perbanyakan, tetapi karena resiko hibridisasi, pemotongan umbi lebih disukai untuk menjaga kemurnian genetik klon.

Penyakit dan Hama

Secara umum ganyong adalah tanaman keras dan sedikit penyakit dan hama. Fusarium, Puccinia, dan Rhizoctonia sp. adalah kemungkinan penyakit jamur tanaman Ganyong. Selain itu, kumbang dan belalang dapat memakan daun, dan cacing menyerang umbi tanaman ganyong.

Panen & Pasca Panen

Pemanenan umbi Ganyong dapat dilakukan 4-8 bulan setelah tanam, dicabut atau digali. Ciri umbi matang adalah apabila potongan segitiga bagian terluar daun umbi berubah menjadi ungu. Panen setelah 8 bulan dapat memberikan hasil yang lebih tinggi, karena umbi ganyong telah mengembang secara maksimum. Hasil umbi bervariasi dari 23 ton per hektar pada 4 bulan menjadi 45-50 ton per hektar pada 8 bulan, atau 85 ton per hektar setelah setahun. Tepung yang dihasilkan adalah 4-10 ton per hektar.

Umbi segar yang baru dipanen harus ditangani secara hati-hati. Bila akan dikonsumsi, harus dilakukan segera setelah panen. Bila dibiarkan lebih dari 10 bulan umbi ganyong akan menjadi keras, dan tidak dapat dikonsumsi, dan tepung yang dihasilkannya menjadi sangat rendah. Umbi yang sudah bersih dapat disimpan beberapa minggu pada kondisi sejuk dan kering.

Untuk produksi tepung komersial, umbi diproses segera setelah panen. Untuk memperoleh patinya, umbi diparut, ditambahkan air, dan bubur patinya disaring, dipisahkan melalui pengendapan dan selanjutnya dikeringkan.

 

 

------------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Makruf E, Iswadi H. 2015. Kumpulan Informasi Teknologi (KIT) Budidaya Tanaman Umbi-umbian. BPTP Bengkulu.

 

Suhartini T, Hadiatmi.2010. Keragaman Karakter Morfologi Tanaman Ganyong. Buletin Plasma Nutfah 16 (2): 118-125