A-Z Budidaya

Bawang Putih (Allium sativum )

Secara sistematika tanaman, bawang putih atau dengan naman latin Allium sativum merupakan tanaman yang termasuk kedalam family Alliaceae. Bawang putih adalah tanaman herba semusim berumpun yang banyak ditanam di ladang-ladang di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari.

Umbi yang dihasilkan oleh tanaman ini disebut dengan Allium. Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan dan obat-obatan sehingga menjadi komoditas hortikultura yang penting bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai obat, umbi bawang putih dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mengobati gangguan pernafasan, sakit kepala, wasir, susah buang air besar, memar atau luka sayat, cacingan, insomnia, kolesterol, influenza, gangguan saluran kencing, dan lain-lain.

Secara morfologi, bawang putih termasuk kedalam tumbuhan berumbi lapis atau disebut juga dengan tumbuhan siung yang bersusun. Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai 30 – 75 cm, memiliki batang semu, terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helai daun mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang.

Varietas & Sebaran Bawang Putih

Bawang memiliki akar berupa serabut-serabut kecil yang berjumlah banyak. Setiap daun bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) dimana setiap siungnnya terbungkus kulit tipis yang berwarna putih. Varietas bawang putih di Indonesia, diantaranya yaitu Lumbu Putih, Lumbu Kuning, Lumbu Hijau, Tawangmangu Baru, dan Sangga Sembalun.

Bawang putih berasal dari Asia Tengah yaitu Cina dan Jepang yang beriklim subtropik. Penyebaran bawang putih awalnya dibawa oleh pedagang Cina ke Indonesia, kemudian dibudidayakan oleh masyarakat. Di Indonesia, wilayah penyebaran bawang putih diantaranya yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok dan Nusa Tenggara Timur.

Syarat Tumbuh

Bawang putih dapat tumbuh pada berbagai ketinggian tempat bergantung kepada varietas yang digunakan. Beberapa varietas ada yang cocok ditanam di dataran rendah. Di dataran medium, daerah penanaman bawang putih terbaik berada pada ketinggian 600 m di atas pemukaan laut (dpl). Varietas bawang putih dataran tinggi kurang baik apabila ditanam di dataran rendah begitu pula sebaliknya.

Selain varietas, syarat-syarat tumbuh lainnya yang penting adalah udara sejuk dan kering tanaman pada fase pembentukan umbi. Bawang putih dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang memiliki suhu harian antara 15-20o C, curah hujan antara 100-200 mm/bulan, intensitas matahari yang cukup serta kelembapan udara antara 60-80%.

Syarat tumbuh lainnya dari tanaman bawang putih adalah pada tipe tanah yang bertekstur lempung berpasir dengan struktur tanah gembur. pH tanah yang paling disukai adalah 6.5-7.5,sedangkan apabila pH lebih dari 6.5 maka tanah harus dikapur..

Pembenihan/Pembibitan

Bibit yang di gunakan adalah umbi bawang yang sudah berkecambah. Metode pembibitan bawang putih yakni pertama kupas bawang putih lalu simpan dalam lemari pendingin selama kurang lebih 14 hari sampai bawang putih tumbuh kecambah. Terakhir, tanam langsung bawang putih yang sudah dikupas dan nantinya akan tumbuh tunas.

Penanaman

Waktu atau musim tanam yang baik untuk menanam bawang putih yaitu saat musim kemarau atau sekitar bulan Mei sampai dengan Juli. Metode penanaman bawang putih yaitu pertama, untuk mengoptimalkan pertumbuhan umbi dalam tanah, maka jarak tanam yang umum digunakan adalah 10x15 cm untuk benih dengan berat sekitar 1.5 gram atau 15 x 12.5 cm. Kemudian, benih yang digunakan sebaiknya berukuran seragam dengan kedalaman lubang tanam sekitar 2-3 cm untuk siung kecil dan 5-7 untuk siung yang besar.

Terakhir, pada saat menanam yang harus diperhatikan adalah posisi peletakan benih dimana posisi titik tumbuh harus diletakkan di atas agar pertumbuhan bawang putih dapat optimal.

a. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman bawang putih yang dilakukan yaitu pembumbunan tanah dan penyiangan gulma. Tujuan perawatan tersebut agar struktur tanah dan kebersihan lahan tetap terjaga sehingga pertumbuhan tanaman bisa berjalan optimal.

Pembumbunan tanah disekitar tanaman dilakukan untuk memperbaiki/ meninggikan bedengan yang sekaligus membersihkan lahan dari akar rumput yang masih tertinggal pada saat penyiangan. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan areal pertanaman dari gulma yang tumbuh. Waktu penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemupukan yaitu pada 15, 35 dan 50 har setelah tanam.

b. Pengairan

Pengairan dilakukan agar tanaman bawang putih tidak mengering karena kekurangan air dan jangan membiarkan tanaman busuk karena terlalu banyak air. Pengairan dilakukan dengan cara penggenangan parit-parit diantara bedengan. Pemupukan untuk bawang putih dengan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha. Sedangkan pupuk kimia yang dianjurkan per hektar 200 kg N, 180 kg P dan 60 kg K.

Hama & Penyakit

Hama penting yang menyerang tanaman bawang putih yaitu nematoda (sejenis cacing) yang menyerang akar (Ditylenchus dipsaci), ulat grayak (Spodoptera exigua), kutu bawang (Thrips tabaci), dan uslat tanah (Agotis ipsilon). Sedangkan jenis penyakit yang menyerang tanaman bawang putih yaitu Layu Fussarium (Fussarium oxysporum), Bercak Ungu (Alternaria porri), dan Embun tepung (Perenospora destructor).

Panen

Panen merupakan proses pengambilan umbi bawang putih yang sudah menunjukkan ciri warna tangkai daun dari hijau segar menjadi kekuningan. Tanaman bawang putih dapat dipanen pada umur 4 bulan setelah tanam atau umur panen yang biasa dijadikan pedoman adalah antara 90-120 hari.

Cara panen bawang putih yaitu pertama, sehari sebelum panen, lakukan penyiraman pada pagi hari dan pada sore harinya lakukan penggemburan lahan pertanaman bawang putih. Lalu, sehari setelah digemburkan tanahnya, lakukan pencabutan tanaman bawang putih sampai semua umbi terangkat semua dan dengan hati-hati jangan sampai umbi patah. Tanaman bawang putih yang telah dicabut diikat sebanyak 30 tangkai tiap ikat dan dikumpulkan di tempat yang teduh.

Terakhir, bawang putih yang sudah dipanen ditimbang lalu dibawa ke tempat pengumpulan hasil panen untuk proses pasca panen, seperti pengeringan, pembersihan, sortasi, grading, penyimpanan, dan pengemasan.

Setelah panenbawang putih biasanya diikat pada batang semunya menjadi ikatan-ikatan kecil dan diletakkan diatas anyaman daun kelapa sambil dikeringkan untuk menjaga dari kerusakan dan mutunya tetap baik.

 

---------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi

Sandrakirana R, Fauzia L, Alami EN, Aisyawati L, Rahmawati D, Handayati W, Susanti I, Baswarsiati. 2018. Panduan Budidaya Bawang Putih. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa TImur, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementrian Pertanian.


Tim Prima Tani. 2011. Petunjuk Teknis Budidaya Bawang Putih. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.