A-Z Budidaya

Apel (Malus domestica Borkh)

Menurut sistematika, tanaman apel termasuk ke dalam famili Rosaceae dan genus Malus. Awalnya, tanaman apel dikenal dengan istilah Malus sylvestris Mill, namun sekarang disebut dengan Malus domestica Borkh.

Secara morfologi, tinggi tanaman apel dapat mencapai 10 m. Dalam budidayanya tanaman apel saat ini dibentuk menyerupai semak yang tingginya hanya mencapai 2-3 m. Pohon apel memiliki cabang sedikit dengan arah cabang cenderung ke atas atau vertikal. Kayunya keras namun mudah lentur. Buah apel berbentuk bulat hingga bulat telur, keras tetapi renyah, dan airnya sedikit. Buah apel yang sudah tua warnanya bisa merah, kuning, atau hijau. 

Jenis, Varietas dan Sebaran Tanaman Apel

Tanaman apel yang dibudidayakan sekarang merupakan hasil silangan, dan diduga hasil persilangan antara Malus sylvestris Mill, Malus dasyphylla Borkh, Malus pumila Miller, dan beberapa varietas apel asal Asia. Jumlah varietas diperkirakan terdapat lebih dari 100 varietas apel. Sebagian besar varietas itu terdapat di daerah subtropik karena selalu terjadi persilangan alami. Lebih dari 80% jenis yang ditanam petani di Indonesia adalah apel Rome Beauty, Manalagi, dan Princess Noble, selain varietas apel unggulan lainnya yaitu Wangli/Lali jiwo.

Apel merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis. Namun, penanaman apel malah ada di berada di Eropa, Amerika, dan Australia. Di Indonesia apel telah ditanam sejak tahun 1934 hingga saat ini dan mulai berkembang setelah tahun 1960, terutama jenis Rome Beauty. Daerah sentra penghasil buah apel di Indonesia ada di beberapa wilayah, diantaranya yaitu Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar), Jatim. Di wilayah itu, tanaman apel telah dibudidayakan sejak tahun 1950.

Daerah lainnya yang sekarang menjadi sentra penghasil buah apel diantaranya Jawa Timur, (Kayumas-Situbondo, Banyuwangi), Jawa Tengah (Tawangmangu), Bali (Buleleng dan Tabanan), Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. 

Syarat Tumbuh

Tanaman apel dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi dengan ketinggian 700-1200 m dpl. Pertumbuhan tanaman ini memrlukan iklim yang kering. Curah hujan yang ideal untuk budidaya apel adalah 1000-2600 mm per tahun. Selain itu sinar matahari yang cukup juga diperlukan untuk proses pembungaan, berdampak pada produktivitas dan kualitas buah.Suhu yang optimal untuk pertumbuhan tanaman apel yaitu antara 16-27o C dan kelembaban udara optimumnya antara 75-85%.

Pertumbuhan tanaman apel lebih subur pada tanah-tanah yang berstruktur baik dan bersolum dalam, memiliki lapisan organik yang tinggi, dan strukrur tanah remah dan gembur. Aerasi tanah sangat menentukan produksi. Jenis tanah yan cocok untuk pertumbuhan tanaman apel yaitu Latosol, Andosol, dan Regosol. Sedangkam tingkat keasaman atau pH tanah yang cocok untuk tanaman apel yaitu 6-7.

Pembenihan/Pembibitan

Pembibitan tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif. Namun, umumnya pembibitan tanaman apel dilakukan secara vegetatif karena dianggap lebih baik. Itu karena pembibitan generatif memakan waktu lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya. 

Penanaman

Penanaman tanaman apel dilakukan baik pada musim penghujan atau kemarau. Biasanya penanaman apel pada musim hujan lebih dianjurkan jika lahan tanah lebih tegal. Persiapan tanam diantaranya pengolahan tanah dan survei lahan dengan tujuan mengetahui jenis tanaman, kemiringan tanah, keadaan tanah, menentukan kebutuhan tenaga kerja, bahan peralatan dan biaya yang diperlukan.

Penanaman tanaman apel dapat dilakukan dengan model monokultur maupun intercroping. Untuk penanaman secara intercroping hanya dapat dilakukan jika tanah untuk penanaman apel belum tertutup tajuk-tajuk daun. Tanaman apel hanya dapat ditanam jika jarak antar tanaman renggang, yang bertujuan menghindari kelembaban tinggi, sirkulasi udara kurang, sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit.

Setiap varietas tanaman apel memiliki jarak tanam ideal sendiri-sendiri. Misal untuk varietas Manalagi dan Prices Noble, jarak tanam idealnya adalah 3-3.5 x 3.5 m, sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna jarak tanam dapat lebih pendek dari varietas lainnya yaitu 2-3 x 2.5-3 m.

Pemeliharaan tanaman apel dilakukan beberapa tahap diantaranya yaitu penjarangan dan penyulaman, penyiangan, pembubunan, serta perempalan atau pemangkasan. Pengairan terhadap tanaman apel perlu dilakukan sepanjang musim agar pertumbuhan tanaman menjadi optimal. Pada musim penghujan, tanaman apel perlu dijaga agar tidak terendam air sehingga diperlukan drainase yang baik.

Pada musim kemarau perlu disiram, pengairan rutin, minimal 2 minggu sekali. Pemupukan tanaman apel dapat menggunakan pupuk kandang sebanyak 20 kg per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah, setelah itu dibiarkan selama 2 minggu.

Hama & Penyakit

Jenis hama yang menyerang tanaman apel Kutu hijau (Aphis pomi Geer) Tungau, Spinder mite, cambuk merah (Panonychus ulmi), Trips, Ulat daun (Spodoptera litura), Serangga penghisap daun (Helopelthis sp.), Ulat daun hitam (Dasychira inclusa Walker), Lalat buah (Rhagoletis pomonella). Sedangkan penyakit pada tanaman Apel diantaranya yaitu penyakit embun tepung (Powdery Mildew), penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J.J. Davis), penyakit kanker (Botryosphaeria sp.), Colletotrichum Gloeosporioides (Penyakit Buah Cekung Apel), dan Busuk buah (Gloeosporium sp.).

Panen

Masa panen buah apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan. Biasanya, buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar, tergantung pada varietas dan iklim. Varietas Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, varietas Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari.

Panen buah apel ideal dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologisnya, artinya buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen. Ciri masak fisiologis buah yaitu ukuran buah terlihat maksimal, aroma mulai terasa, warna buah tampak cerah segar.

 

 

--------------------------------------

Disusun oleh: Ruth Martha Winnie

Share

Referensi